Subuh Berdarah di Labusel: Menantu Tikam Mertua 9 Kali Saat Salat, Pelaku Ditangkap Polisi
Keheningan subuh yang seharusnya penuh kekhusyukan justru berubah menjadi mimpi buruk. Di Dusun Asahan, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, seorang ibu rumah tangga, Nurlan Br Pasaribu (46), menjadi korban penikaman brutal yang diduga dilakukan oleh menantunya sendiri.
Dibaca Juga : Curas di Warung Tapteng Terungkap! Dua Pelaku Dibekuk Usai Rampas Tas dan Dorong Korban
Peristiwa keji itu terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 05.15 WIB. Saat korban tengah bersujud dalam salat Subuh di dalam rumahnya, pelaku berinisial RP (32) datang dan langsung melancarkan serangan membabi buta. Tanpa belas kasihan, pelaku menghujani korban dengan sembilan tusukan di berbagai bagian tubuh.
Serangan sadis tersebut langsung mengguncang warga. Hubungan keluarga yang seharusnya menjadi ikatan perlindungan justru berubah menjadi ancaman mematikan. Aksi pelaku memicu kemarahan sekaligus ketakutan di tengah masyarakat.
Namun, aparat tidak tinggal diam. Kapolsek Torgamba, AKP S. Gurusinga, langsung memimpin gerak cepat. Tim Reskrim diterjunkan melakukan penyelidikan intensif, memburu pelaku tanpa jeda. Hasilnya, dalam waktu kurang dari 3×24 jam, pelaku berhasil diringkus.
“Tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan. Kami bergerak cepat, terukur, dan tegas. Siapa pun pelakunya, pasti kami kejar,” ujar AKP S. Gurusinga, Minggu (3/5/2026).
Kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat Pasal 340 KUHP tentang dugaan pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman berat, mulai dari 20 tahun penjara, seumur hidup, hingga pidana mati jika unsur terpenuhi.
Pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata bahwa aparat tidak memberi ruang bagi pelaku kekerasan, terlebih yang merusak rasa aman di lingkungan keluarga sendiri.
Polisi juga mengapresiasi peran masyarakat yang aktif memberikan informasi. Di sisi lain, warga diimbau untuk tetap waspada dan tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui Call Center 110.
Dibaca Juga : Rayakan Hardiknas, IKAFEB USU Satukan Alumni Lewat Fun Walk
Pesannya jelas dan keras: kekerasan, apalagi yang dilakukan dengan keji dan tanpa nurani, tidak akan pernah dibiarkan tumbuh di Labuhanbatu Selatan. Polisi akan memburu, menangkap, dan menyeret pelaku ke hadapan hukum tanpa kompromi.






