Analisasumut.com
Beranda AKTUAL Tuntutan Ditunda, Residivis David Chandra Hadapi Kasus Pembunuhan Guru Zumba

Tuntutan Ditunda, Residivis David Chandra Hadapi Kasus Pembunuhan Guru Zumba

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Medan menunda pembacaan surat tuntutan terhadap terdakwa David Chandra, seorang residivis yang didakwa telah membunuh pacarnya berprofesi sebagai guru zumba di Kota Medan bernama Lina.

Pria berusia 41 tahun berdomisi di Jalan Pukat II No. 50 Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan itu, sedianya menjalani sidang pembacaan tuntutan hukuman di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (4/5/2026).

Tapi karena JPU belum rampung dengan tuntutannya, maka persidangan terpaksa ditunda selama sepekan dan akan kembali dibuka, Senin (11/5/2026). “Tunda seminggu (sidang tuntutan David Chandra), belum turun tuntutannya,” ujar JPU, AP Frianto Naibaho.

Pembunuhan yang dilakukan David terhadap pacarnya berawal pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 09.00 WIB, saat David sarapan di rumahnya. Setelah itu, David memimun minuman keras sambil duduk dengan Lina.

David dan Liba tiba-tiba cekcok dan korban melemparkan satu botol bir Guinnes hitam ke arah dekat pintu masuk kamar hingga pecah. Siangnya sekitar pukul 13.00 WIB, Lina mengonsumsi sabu-sabu dan pil ekstasi. Melihat itu, David melarang Lina mengonsumsi barang haram tersebut.

Sekitar pukul 20.00 WIB, David bertanya kepada Lina soal keberadaan sabu yang sempat dikonsumsi Lina. Cekcok kembali terjadi antara keduanya karena Lina tidak memberitahukan di mana letak sabunya.

Baca juga : Polisi Gelar Rekonstruksi 10 Adegan Pembunuhan di Silinda Sergai

David emosi dan merampas botol bir Heineken warna hijau dari tangan Lina serta kemudian memukul lengan Lina berulang kali dengan botol minuman keras tersebut sembari bertanya letak sabunya.

Lina beberapa kali berbohong kepada David soal posisi sabu. Lina bilang sabunya di bawah tempat tidur, akan tetapi saat David mencarinya tak berhasil ditemukan. David pun emosi dan kembali memukul Lina.

Lina kemudian mengatakan sabu tersebut ada di bawah sarung bantal, tetapi saat dicari oleh David lagi-lagi tidak ditemukan. David memukul tubuh, tangan, serta kaki Lina dengan menggunakan botol bir Heineken secara brutal yang membuat Lina menangis kesakitan.

Selanjutnya, David dan Lina berbaring di atas kasur. David melihat kondisi Lina yang sudah berlumuran darah terkejut. Lina sempat meminta tolong ke David untuk mengantarkan ke kamar mandi karena sudah tak kuasa berdiri lantaran tubuh penuh luka dan darah keluar dari kakinya.

Setibanya di kamar mandi, Lina terjatuh dan David berupaya mengangkat Lina, tetapi Lina sudah lemas dan berlumuran darah. David kemudian meminta Jhon Roy Marpaung untuk bantu mengangkat Lina.

Sekitar pukul 21.14 WIB, Jhon datang dan David meminta tolong kepada Jhon agar mengangkat Lina ke dalam mobil untuk dibawa ke Rumah Sakit Columbia Asia. Sekitar pukul 22.00 WIB, pihak rumah sakit menyatakan Lina meninggal dan sekitar pukul 23.00 WIB polisi datang ke rumah sakit dan langsung menangkap David.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan