Wabup Taput Lantik 47 Kepala Sekolah, Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 47 guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Acara pelantikan berlangsung khidmat di Aula Martua, Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Kamis (30/4/2026).
Dibaca juga : Ratusan Warga Badiri Blokir Jalan, Tolak Truk Sawit PT CPA Melintas
Pelantikan ini didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Tapanuli Utara Nomor: 100.3.3.2/196/IV/2026 tentang Penugasan Guru Menjadi Kepala Sekolah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar proses seremonial atau penempatan figur pada jabatan tertentu, melainkan langkah strategis untuk kepentingan organisasi pendidikan di Tapanuli Utara.
“Kepala sekolah adalah motor penggerak utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Jika sebuah sekolah tidak menunjukkan kemajuan, maka dapat dipastikan ada kendala pada fungsi penggerak atau kepemimpinannya. Kepala sekolah harus menjadi teladan, penyemangat, dan sumber inspirasi bagi para guru,” tegasnya.
Di era digital, Deni juga mendorong para kepala sekolah untuk terus memperbarui pengetahuan (upgrade self). Ia menyarankan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai referensi dalam memecahkan persoalan manajerial di sekolah.
Terkait kedisiplinan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menetapkan standar tinggi bagi para pimpinan sekolah yang baru dilantik. Wakil Bupati meminta kepala sekolah hadir minimal 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai.
“Kedisiplinan harus dijaga demi mempertahankan martabat dan harga diri pemimpin di hadapan bawahan,” ujar Deni.
Dibaca Juga : Tanam 6 Batang Ganja di Ladang, Petani di Karo Berujung Ditangkap Polisi
Wakil Bupati berharap ke-47 kepala sekolah yang baru dilantik dapat segera melakukan konsolidasi di unit kerja masing-masing serta membawa perubahan nyata dalam peningkatan literasi, numerasi, dan karakter peserta didik di Tapanuli Utara.






