Disorot DPRD soal Akun “Nyinyir”, Bupati Dairi: Banyak yang Palsu!
Kritik anggota DPRD Kabupaten Dairi terkait unggahan media sosial yang menyebut “nyinyir” berbuntut klarifikasi dari Bupati Dairi, Vickner Sinaga.
Dibaca Juga : Jemaah Keluhkan Tumpukan Ambal Bekas di Masjid Agung Deli Serdang, Ganggu Kenyamanan Ibadah
Kritik tersebut disampaikan anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, Halim Perdana Lumbanbatu, dalam rapat paripurna penyampaian rekomendasi DPRD atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Dairi Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Gedung DPRD Dairi, Kamis (30/4/2026).
Dalam rapat itu, Halim menyoroti adanya unggahan di media sosial yang dinilai tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin. Ia mempertanyakan penggunaan istilah “nyinyir” yang dinilai berpotensi menyinggung mahasiswa dan kelompok yang menyampaikan kritik.
Menurut Halim, kritik dari mahasiswa maupun masyarakat seharusnya dipandang sebagai masukan konstruktif, bukan dianggap negatif. “Jangan sampai kritik dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Itu justru menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menilai kecil kemungkinan pernyataan tersebut berasal langsung dari Bupati, dan menduga ada peran pengelola media sosial (admin) dalam unggahan tersebut. Halim pun meminta agar pengelolaan akun resmi lebih diperhatikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di publik.
Menanggapi hal itu, Bupati Dairi Vickner Sinaga melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan klarifikasi.
Kepala Dinas Kominfo Dairi, Desi Sianturi, mengatakan saat ini banyak akun media sosial yang menggunakan nama dan identitas Bupati dengan berbagai tujuan yang tidak jelas.
“Maraknya akun mengatasnamakan Bupati Dairi membuat masyarakat kerap bingung membedakan mana yang resmi dan mana yang bukan,” katanya, Senin (4/5/2026).
Dalam keterangannya, Bupati menegaskan banyak akun di dunia maya menggunakan namanya dengan berbagai variasi, bahkan dengan isi unggahan yang beragam dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mengaku kerap menerima pertanyaan langsung dari masyarakat yang ingin memastikan keaslian akun-akun tersebut. “Sudah ratusan kali masyarakat menanyakan langsung kepada saya. Sepertinya memang ada pihak yang tidak fair,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Dairi, lanjutnya, juga telah beberapa kali melaporkan akun-akun tersebut kepada pihak platform media sosial. Namun, hingga kini akun serupa masih terus bermunculan.
Bupati menilai sebagian akun mungkin dibuat oleh pihak yang ingin terlihat mendukung, tetapi ada juga yang berpotensi menyesatkan publik. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam menerima informasi, khususnya yang mengatasnamakan dirinya maupun Pemerintah Kabupaten Dairi.
Vickner menegaskan informasi resmi hanya disampaikan melalui tiga akun utama, yakni “Vickner Sinaga”, “Prokopim Kab Dairi”, serta akun yang terhubung dengan “Pemerintah Kabupaten Dairi”.
Dibaca Juga : Kasus Korupsi Rp1,2 Miliar, Ketua hingga Bendahara KPU Tanjung Balai Jalani Sidang
“Di luar tiga akun tersebut, bukan merupakan akun resmi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.






