Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Mobil Dinas Rp3,1 Miliar Milik Bupati Samosir “Menghilang”, Tak Pernah Terlihat Sejak Dibeli

Mobil Dinas Rp3,1 Miliar Milik Bupati Samosir “Menghilang”, Tak Pernah Terlihat Sejak Dibeli

Mobil dinas Bupati Samosir hingga saat ini belum pernah terlihat beroperasi. Padahal mobil tersebut satu di antara beberapa item yang masuk dalam pengadaan Desember 2025 lalu.

Dibaca Juga : SPPG Berkah Madani Sibolga Diterpa Isu Sensitif: Menu MBG Disebut Dibersihkan di Tempat Pemotongan Babi

Kendaraan dinas dengan nilai pengadaan mencapai Rp3,1 miliar itu belum pernah terlihat digunakan dalam aktivitas resmi pemerintahan maupun di lingkungan perkantoran Pemkab Samosir.

Bahkan, keberadaan mobil tersebut masih belum diketahui secara pasti, baik dari sisi lokasi maupun penggunaannya. Minimnya informasi dari pemerintah daerah terkait keberadaan kendaraan itu memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Menanggapi polemik ini, tokoh masyarakat Samosir, Oloan Simbolon, meminta Pemkab Samosir memberikan klarifikasi resmi terkait keberadaan mobil dinas tersebut.

Oloan menegaskan setiap aset daerah wajib dikelola secara akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. “Kalau memang mobil itu ada, tunjukkan kepada masyarakat. Jangan sampai muncul dugaan yang tidak baik,” ujarnya.

Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Ia mengingatkan spekulasi yang berkembang dapat merusak citra pemerintah jika tidak segera diluruskan.

Oloan juga menyoroti besarnya anggaran yang digunakan dalam pengadaan kendaraan tersebut. “Anggaran Rp3,1 miliar itu bukan kecil. Itu uang rakyat, jadi penggunaannya harus transparan dan jelas,” katanya.

Selain itu, Oloan juga mendorong DPRD Samosir untuk menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal. Menurutnya, lembaga legislatif memiliki tanggung jawab untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam pengelolaan aset daerah.

“DPRD harus turun tangan, ini menyangkut aset daerah dengan nilai besar dan kepentingan publik. Sudah seharusnya pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi terbuka agar polemik tidak berlarut-larut,” ucapnya.

Dibaca Juga : Koperasi Parna Jaya Sejahtera Diduga Langgar Pengelolaan Hutan di Samosir, Warga Resah

Sekdakab Samosir, Marudut Tua Sitnjak dikonfirmasi via WhatsApp soal keberadaan mobil dinas bupati tersebut tidak menjawab sampai berita ini masuk ke meja redaksi.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan