Klarifikasi Damasus Resto: Isu Pencemaran Danau Toba Ternyata Tidak Benar
Polemik video viral yang menuding Damasus Resto mencemari Danau Toba mulai menemukan titik terang. Pemerintah kecamatan turun langsung melakukan pengecekan di lapangan dan memastikan sejumlah tudingan yang beredar tidak sesuai fakta.
Dibaca Juga : Pemkab Dairi Gandeng PT Pupuk Indonesia, 105 Hektar Lahan Disulap Jadi Sawah Produktif
Camat Girsang Sipangan Bolon, Victor Saragih, menyampaikan hasil verifikasi lapangan yang dilakukan pada Rabu (22/4/2026). Dari hasil pengecekan tersebut, dipastikan pihak restoran tidak pernah memiliki maupun memelihara ternak babi sebagaimana isu yang berkembang di media sosial.
“Memang ada ternak babi di sekitar lokasi, tetapi bukan milik restoran dan tidak dibuang ke Danau Toba,” ujar Victor.
Ia menegaskan, tudingan yang menyebut adanya pembuangan limbah ternak ke danau tidak terbukti. Klarifikasi ini sekaligus menjawab keresahan masyarakat yang sempat terpengaruh oleh video viral tersebut.
Terkait persoalan sampah yang terlihat menumpuk di sekitar perairan, Victor menjelaskan bahwa sumbernya bukan berasal dari aktivitas restoran. Sampah tersebut diketahui berasal dari penampungan sementara di ladang milik warga serta kiriman dari aliran sungai musiman.
Menurutnya, saat hujan deras, aliran sungai musiman yang melintasi area perladangan mengalami penyumbatan. Kondisi itu menyebabkan air meluap hingga menggenangi ladang warga. Situasi diperparah dengan jebolnya tembok penahan, sehingga material sampah yang sebelumnya tertahan ikut terbawa arus hingga ke kawasan danau.
“Jadi, sampah yang terlihat itu merupakan kiriman dari perladangan warga akibat luapan air sungai musiman yang tersumbat, bukan langsung dari restoran. Minggu lalu deras kali hujan di sekitar Girsib, jadi sampah dari atas dibawa [arus] semua ke danau,” ucapnya.
Selain itu, Victor juga memastikan Damasus Resto tidak menggunakan air Danau Toba sebagai sumber air minum bagi pengunjung. Untuk kebutuhan konsumsi, pihak restoran menggunakan air mineral yang layak dan aman.
Dibaca Juga : BBM di Siantar Dijamin Aman hingga Akhir 2026, Pemko Perketat Pengawasan Distribusi
Penjelasan ini diharapkan dapat meredam polemik yang sempat memanas di ruang publik. Pemerintah kecamatan juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial serta mengedepankan verifikasi sebelum menyimpulkan suatu peristiwa.






