Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Kabar Baik! Kasus DBD di Pematangsiantar Menurun, Anak-anak Tetap Jadi Kelompok Rentan

Kabar Baik! Kasus DBD di Pematangsiantar Menurun, Anak-anak Tetap Jadi Kelompok Rentan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematangsiantar mencatat sebanyak 32 kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang tiga bulan terakhir. Meski demikian, tren kasus menunjukkan penurunan signifikan dari bulan ke bulan.

Dibaca Juga : Wakapolres Labuhanbatu yang Baru Diminta Gerak Cepat, Adaptasi dan Perkuat Sinergi

Pada Januari tercatat 18 kasus, kemudian menurun menjadi 10 kasus pada Februari, dan kembali turun menjadi 4 kasus pada Maret. Penurunan ini dinilai sebagai hasil dari upaya pencegahan yang terus digencarkan di tengah masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Urat Simanjuntak, melalui salah seorang staf administrator kesehatan, Lasmaria, menyebut bahwa kelompok usia yang paling rentan terjangkit DBD berada pada rentang 5 hingga 14 tahun.

“Anak-anak pada usia tersebut diimbau menjadi perhatian khusus bagi orang tua, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari gigitan nyamuk,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes terus mendorong Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui pola 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Tak hanya itu, inovasi satu rumah satu jumantik juga terus digaungkan. Melalui gerakan ini, setiap rumah tangga diharapkan memiliki satu juru pemantau jentik (jumantik) yang secara rutin memeriksa keberadaan jentik nyamuk di lingkungan rumah.

“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Pencegahan DBD harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga,” ujarnya.

Dibaca Juga : Wali Kota Medan Turun Tangan, Akses Siswa Lewat Pipa PDAM Segera Ditangani

Selain itu, masyarakat juga diimbau segera melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat apabila menemukan anggota keluarga atau warga yang mengalami gejala demam, guna mendapatkan penanganan lebih cepat dan mencegah risiko yang lebih serius. 

Komentar
Bagikan:

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan