Dairi Genjot Ekonomi Lokal Lewat Agribisnis Berkelanjutan
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi masyarakat di wilayah lingkar tambang operasional. Perusahaan pertambangan, PT Dairi Prima Mineral (DPM) yang berada di Sopokomil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, meluncurkan program penguatan ekonomi lokal dengan fokus pada penguatan budidaya kakao, durian, dan hilirisasi kopi berkelanjutan.
Dibaca Juga : DPRD Pematangsiantar Terbitkan 87 Rekomendasi LKPJ 2025, OPD Didorong Tingkatkan Kinerja
Hal itu disampaikan lewat siaran pers oleh Superintendent External Relations PT DPM, Baiq Idayani, Sabtu (25/4/2026).
Program tersebut merupakan inisiatif terintegrasi yang dirancang untuk mengoptimalkan potensi agribisnis unggulan di wilayah Kabupaten Dairi dan sekitarnya, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi Robusta Sidikalang berkualitas tinggi, serta memiliki potensi signifikan pada komoditas kakao dan durian.
Implementasi program akan dilakukan di desa sekitar tambang dan tidak menutup kemungkinan untuk desa-desa yang mempunyai potensi yang sama di Kabupaten Dairi.
Penguatan ekonomi lokal itu mengadopsi pendekatan end-to-end yang mencakup penguatan sektor hulu (budidaya) hingga hilir (nilai tambah), dengan fokus pada:
*Optimalisasi Produktivitas dan Kualitas: Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) untuk meningkatkan hasil dan mutu komoditas utama.
*Diversifikasi dan Ketahanan Ekonomi: Penguatan portofolio komoditas petani guna memitigasi risiko ekonomi.
*Hilirisasi dan Peningkatan Nilai Tambah: Transformasi produk primer menjadi produk bernilai tinggi melalui penguatan proses pascapanen dan pengembangan produk turunan.
*Penguatan Akses Pasar: Pengembangan ekosistem pemasaran yang kompetitif dan terintegrasi dengan rantai pasok nasional dan premium.
Program ini dilaksanakan melalui sinergi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan PT DPM, antara lain Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pemerintah desa, kelompok tani, serta mitra ahli.
Radianto Airfin, Chief Legal & External PT DPM, membenarkan sekitar 47 orang telah menjadi penerima manfaat yang terdiri dari kelompok petani kopi, kakao, durian, serta kelompok pengembangan produk turunan kopi yang akan menjadi bagian dari tahap awal implementasi.
Para petani ini dipilih dari 200 peserta program tahun 2025 berdasarkan komitmen yang telah mereka tunjukkan.Bekerja sama dengan PPL, tim memberikan pelatihan intensif mengenai budidaya kopi, kakao, dan durian, serta pengendalian hama.
Dibaca Juga : Rumah di Tigalingga Dairi Ludes Terbakar, Uang Rp90 Juta dan Motor Ikut Hangus
Untuk memastikan hasil yang optimal, perusahaan juga menyediakan dukungan berupa sarana produksi, termasuk pupuk khusus dan vitamin tanaman.






