Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Anomali Data UTBK-SNBT Terungkap di Universitas Sumatera Utara, Indikasi Perjokian Mencuat

Anomali Data UTBK-SNBT Terungkap di Universitas Sumatera Utara, Indikasi Perjokian Mencuat

Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Muryanto Amin, mengungkap adanya temuan data anomali peserta dalam pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) 2026 di kampus USU, yang diduga berpotensi mengarah pada praktik perjokian.

Ia menyebut, anomali tersebut terlihat dari data peserta yang berdomisili di luar Kota Medan, seperti Jakarta, Palembang, hingga Padang, namun memilih mengikuti ujian di USU. “Tadi kita coba acak karena mengingat ada data-data anomali yang perlu kita konfirmasi. Kita pastikan itu tidak terjadi seperti tahun lalu, seperti perjokian,” ujarnya di USU, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, pada pelaksanaan tahun sebelumnya ditemukan sekitar tujuh peserta yang kedapatan melakukan praktik joki. Karena itu, berbagai langkah antisipasi dilakukan sejak awal, mulai dari penundaan pengumuman lokasi ujian hingga 10 hari sebelum pelaksanaan, hingga penggunaan perangkat deteksi.

Ia bahkan menyinggung modus baru yang ditemukan pada pelaksanaan ujian tahun lalu, seperti kamera tersembunyi di behel hingga di kacamata.

Baca juga : Empat Terdakwa Joki UTBK USU, Termasuk Pasutri, Dijatuhi Hukuman 16 Bulan

Selain itu, strategi teknis juga diterapkan dengan mengumpulkan seluruh peserta program studi kedokteran pada sesi pertama di hari pertama, mengingat jurusan yang paling sering dilakukan perjokian adalah kedokteran.

“Jadi yang mau joki itu bingung nanti mau memilih yang mana. Jadi tidak diacak kayak dulu,” katanya.

Diketahui, pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Universitas Sumatera Utara digelar sejak 20 April hingga 30 April 2026 dalam 20 sesi. Ujian tidak hanya berlangsung di Medan, tetapi juga di Teluk Dalam dan Gunung Sitoli, Nias, dengan seluruh sesi terisi penuh sebanyak 36.771 peserta.

Dari jumlah tersebut, USU menyediakan total 3.008 kursi yang terdiri dari 2.534 untuk program sarjana (S1), 274 untuk vokasi, dan 200 untuk diploma. Hasil seleksi dijadwalkan akan diumumkan pada 25 Mei 2026.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan