Persaingan Ketat! 25.898 Peserta Rebut 6.264 Kursi Unimed Jalur UTBK-SNBT 2026
Sebanyak 17.627 peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Negeri Medan (Unimed). Ujian yang dilaksanakan dalam dua sesi per harinya ini akan berlangsung hingga 30 April 2026 mendatang.
Rektor Unimed, Baharuddin, mengatakan ujian digelar selama 10 hari di 14 lokasi. Sepuluh di antaranya di lingkungan kampus dan empat lokasi mitra, yakni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Medan Area, SMAN 7 Medan, dan SMKN 1 Percut Sei Tuan.
Baharuddin menyebut jumlah pendaftar yang memilih Unimed melalui jalur SNBT mencapai 25.898 orang.
Tahun ini kuota penerimaan mahasiswa baru Unimed melalui jalur SNBT mencapai 6.264 orang atau 50 persen dari total kuota mahasiswa baru sebanyak 12.487 kursi yang tersebar pada 59 program studi jenjang S1, D4, dan D3. Hasil seleksi akan diumumkan pada 25 Mei 2026 secara daring.
Selain itu, ia juga mengungkapkan minat terhadap Fakultas Kedokteran terus meningkat setiap tahun, meski jumlah pendaftar belum dapat dipastikan.
“Kalau mendaftar belum bisa kita prediksi berapa tahun ini. Karena ada tiga tahapan pendaftaran. Tetapi kalau bisa, trennya sangat meningkat. Oleh karena itu, kuota tetap 50 (persen),” ujarnya saat ditemui di Unimed, Selasa (21/4/2026).
Untuk mendukung pendidikan kedokteran, Unimed juga menjalin kerja sama dengan RS Bhayangkara dan RS USU. Secara keseluruhan, jumlah peminat unik yang memilih minimal satu program studi di Unimed mencapai 20.667 siswa.
Baca juga : 38.133 Peserta Ikuti UTBK SNBT di USU, Rektor Tekankan Pentingnya Integritas
Sepuluh program studi paling diminati meliputi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Manajemen, Gizi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Akuntansi, Kedokteran, Ilmu Komputer, Pendidikan Bimbingan dan Konseling, serta Pendidikan Bahasa Inggris.
Potensi Rawan Kecurangan
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Sumatera Utara, Muryanto Amin, yang juga menjabat Wakil Ketua I UTBK-SNBT secara Nasional, menyoroti adanya potensi kerawanan kecurangan dalam pelaksanaan ujian tahun ini.
“Kejadian yang cukup mengkhawatirkan, meskipun kita sudah deteksi, ada beberapa yang perlu kita antisipasi tadi kita cek. Mudah-mudahan ini tidak terjadi sebagaimana yang kita pikirkan,” ujarnya saat kunjungan ke Unimed.
Ia menegaskan mekanisme yang telah ditetapkan harus dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP). “Secara nasional ini kita monitoring terus menerus dan mengantisipasi agar peristiwa tahun lalu seperti misalnya joki itu tidak terulang kembali. Itu yang paling penting,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjamin akses yang adil dan profesional bagi seluruh peserta ujian. Ia juga menegaskan akan adanya sanksi bagi peserta yang terbukti melakukan kecurangan.
“Kalau ketahuan curang, kita periksa lalu kemudian kita proses secara aturan, dan kepada pihak yang berwajib kita akan serahkan kalau misalnya itu sampai ke sana,” ucapnya.






