Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Sekda Tebing Tinggi Dorong Sinergi dan Pemanfaatan Teknologi dalam Rakor Pembangunan Manusia

Sekda Tebing Tinggi Dorong Sinergi dan Pemanfaatan Teknologi dalam Rakor Pembangunan Manusia

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Pembangunan Manusia yang digelar di Aula Bappeda, Jalan Delima, Selasa (28/4/2026).

Dalam arahannya, Sekda menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan manusia di Kota Tebing Tinggi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyatukan persepsi antara pemerintah daerah, perangkat daerah (OPD), serta pihak terkait lainnya dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Menurut Sekda, pembangunan manusia tidak hanya berfokus pada program semata, tetapi juga harus diiringi pengelolaan anggaran yang efektif dan akuntabel. Ia menyoroti masih adanya potensi ketidaksesuaian antara program prioritas, seperti penanggulangan kemiskinan, dengan realisasi belanja di lapangan.

“Ke depan, kita harus memastikan setiap program benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat. Tidak boleh lagi ada kegiatan yang tidak relevan dengan tujuan utama pembangunan,” tegasnya.

Baca juga : Sekdako Tebing Tinggi Pimpin Raker TPID, Fokus Bahas Pengendalian Inflasi

Sekda juga mengingatkan seluruh OPD untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan anggaran, terutama menjelang pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia menekankan pentingnya transparansi, efisiensi, serta pengendalian terhadap potensi konflik kepentingan dalam pelaksanaan program.

Selain itu, Sekda menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung kinerja pemerintah, termasuk pengelolaan informasi publik dan media sosial. Menurutnya, citra pemerintah daerah harus dibangun melalui komunikasi yang efektif dan responsif terhadap masyarakat.

Sementara itu, narasumber Dr. Riko Fridolend Sianturi menjelaskan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi indikator utama dalam menilai kualitas hidup masyarakat. Ia menyebutkan bahwa peningkatan IPM harus dilakukan melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

“Pembangunan SDM unggul harus dimulai dari peningkatan kualitas pendidikan, akses kesehatan, serta kesejahteraan ekonomi masyarakat. Selain itu, inovasi dan pemanfaatan teknologi juga menjadi kunci,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antar instansi dalam menghindari tumpang tindih program serta memastikan efisiensi anggaran. Penggunaan basis data yang sama dan selaras dengan kebijakan nasional menjadi hal krusial dalam perencanaan pembangunan.

Baca juga : Sekdakab Labura Tegaskan Dinsos Wajib Perbarui Data, Bansos Harus Tepat Sasaran

Narasumber lainnya, Ratama Saragih, menyoroti pengelolaan keuangan dan pengadaan barang/jasa. Ia mengingatkan adanya titik rawan penyimpangan yang harus diwaspadai oleh para pejabat pelaksana kegiatan.

“Setiap tahapan pengadaan harus dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi. Hindari konflik kepentingan dan potensi kebocoran anggaran yang dapat berujung pada masalah hukum,” ujarnya.

Dr. Willy Cahyadi memaparkan pentingnya strategi komunikasi publik berbasis digital untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Ia menilai media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk membangun citra positif instansi pemerintah, khususnya dalam pelayanan publik.

“Komunikasi yang cepat, informatif, dan responsif akan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Pemerintah harus mampu hadir di tengah masyarakat melalui platform digital,” ujarnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan