241 Jemaah Haji Asahan Kloter 7 Terbang ke Madinah pada 29 April
Sebanyak 241 jemaah calon haji asal Kabupaten Asahan yang tergabung dalam Kloter 7 resmi dilepas keberangkatannya pada Selasa dini hari (28/4/2026). Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Pendopo Gedung Tahfiz Masjid Agung H. Ahmad Bakrie Kisaran.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Asahan, Jamaluddin, menyebutkan bahwa total jemaah haji asal Asahan tahun ini berjumlah 247 orang, terdiri dari 108 laki-laki dan 139 perempuan. Dari jumlah tersebut, 241 jemaah diberangkatkan melalui Kloter 7, sementara sisanya tersebar di beberapa kloter lain.
“Kloter 7 yang berangkat hari ini terdiri dari 105 jemaah laki-laki dan 136 perempuan. Mereka dijadwalkan masuk asrama haji pada pukul 06.50 WIB dan akan terbang ke Madinah pada 29 April 2026 pukul 07.05 WIB,” tutur Jamaluddin.
Ia menambahkan, sebagian kecil jemaah lainnya telah atau akan diberangkatkan melalui kloter berbeda, menyesuaikan dengan kuota yang tersedia secara nasional.
Petugas pendamping kloter juga telah ditetapkan, di antaranya Abdul Rahman Munir Aritonang sebagai Ketua Kloter, Taufik MA sebagai pembimbing ibadah, dr. Kamila Agita Sari sebagai dokter, serta tim medis dan pendamping lainnya.
Baca juga : Bupati Lepas 188 Jemaah Calon Haji Batu Bara Menuju Tanah Suci
Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin dalam arahannya menyampaikan bahwa keberangkatan jemaah yang terbagi dalam beberapa kloter terjadi karena adanya penyesuaian kuota dari pemerintah pusat.
“Kuota awal Asahan sebanyak 243 jemaah. Namun, karena ada daerah lain yang tidak terpenuhi kuotanya, maka Asahan mendapat tambahan, sehingga total menjadi 247 orang dan harus diberangkatkan dalam kloter berbeda,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepada seluruh jemaah untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Ia berpesan agar para jemaah menjaga kesehatan, kekompakan, serta saling membantu selama berada di Tanah Suci.
“Kami mendoakan seluruh jemaah diberikan kemudahan, kelancaran, dan kesehatan selama menjalankan ibadah. Jaga kebersamaan, saling tolong-menolong, dan gunakan selalu identitas agar mudah dikenali,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar para jemaah menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.
“Tunjukkan bahwa jemaah dari Asahan dan Sumatera Utara adalah jemaah yang tertib, santun, dan penuh kebersamaan,” katanya.






