Analisasumut.com
Beranda AKTUAL Sumut Bidik Rp1,81 Triliun dari Pajak Kendaraan Bermotor Tahun Ini

Sumut Bidik Rp1,81 Triliun dari Pajak Kendaraan Bermotor Tahun Ini

Target penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Sumatera Utara (Sumut) tahun ini sebesar Rp1,81 triliun. Hingga April 2026, penerimaan PKB di Sumut sudah menyentuh angka Rp379 milyar.

Peningkatan target tahun ini tidak terlepas dari program bertajuk ‘Gebyar Pajak’ yang dilaksanakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Kepala Bapenda Sumut, Sutan Tolang Lubis, mengatakan Gebyar Pajak akan mendorong masyarakat agar terus taat dalam membayar kewajibannya tepat waktu.

Sutan mengatakan, tahun 2025 target PKB sebesar Rp1,74 triliun dengan realisasi Rp1,44 triliun. Tapi tahun 2026 pihaknya ditargetkan mampun mendapatkan penerimaan PKB sebesar Rp1,81 triliun.

“Target penerimaan PKB tahun 2026 sebesar Rp1,811.493.053.947 triliun. Sementara kalau dari catatan yang kita miliki, per 19 April 2026 penerimaan PKB sudah menyentuh Rp379.860.320.797,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Baca juga : GASPAK Diluncurkan di Kabupaten Asahan, ASN Bayar Pajak di Momentum HKN

Sutan berharap tren positif terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya sampai pada akhirnya realisasi PAD dari PKB bisa sesuai target. Ia berharap program Gebyar Pajak 2026 bisa terus mendorong realisasi tersebut.

“Kita berharap dengan adanya Gebyar Pajak ini masyarakat terus terdorong untuk membayar kewajiban pajaknya secara tepat waktu, khususnya untuk pajak kendaraan bermotor,” ucapnya.

“Ini terbukti dengan adanya peningkatan pendapatan setelah adanya Gebyar Pajak, misal dari periode Maret ke April, tahun lalu itu hanya Rp96 miliaran, tahun ini di jangka waktu yang sama sudah ada sekitar Rp125 miliaran,” tambahnya.

Mantan Kepala Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumut itu mengatakan Gebyar Pajak 2026 sebagai langkah membentuk kebiasaan masyarakat yang ingin membayar pajak. Pihaknya juga telah menyediakan sejumlah hadiah bagi pembayar pajak yang beruntung nantinya.

“Ini juga untuk merubah pemikiran masyarakat, kalau dulu kan ada program pemutihan, kita lihat masyarakat cenderung menunggu program itu baru mau bayar pajak. Sekarang kita siapkan hadiah setiap triwulannya bagi pembayar pajak yang beruntung, otomatis kita harap masyarakat bisa lebih tepat waktu membayarnya,” kata Sutan.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan