Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Warga Keluhkan Kondisi Jalan Rusak di Tinggi Raja, Asahan

Warga Keluhkan Kondisi Jalan Rusak di Tinggi Raja, Asahan

Kondisi jalan rusak di Kecamatan Tinggi Raja kembali dikeluhkan dan menuai sorotan tajam. Tokoh pemuda Tinggi Raja, Risky Nur Aldiyansyah mengatakan kerusakan yang terjadi bukan hanya dianggap sebagai persoalan infrastruktur semata, tetapi juga dinilai sebagai cerminan lemahnya pelayanan pemerintah terhadap masyarakat.

Ia menilai Pemerintah Kabupaten Asahan belum mampu memberikan perubahan signifikan, khususnya dalam pembangunan jalan, meski sudah dua tahun masa kepemimpinan berjalan.

“Jalan rusak itu bukan cuma soal lubang di aspal, tapi tanda pelayanan pemerintah juga sedang bermasalah,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Ia menyoroti kondisi Jalan Besar Tinggi Raja yang merupakan akses utama penghubung tiga kecamatan, yakni Kecamatan Air Batu, Kecamatan Mandoge, dan Kecamatan Tinggi Raja.

Jalan tersebut kini mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai menghambat mobilitas serta pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, hingga saat ini masih banyak ruas jalan yang membutuhkan perhatian serius, namun terkesan diabaikan oleh pemerintah daerah maupun DPRD Kabupaten Asahan, khususnya dari daerah pemilihan (dapil) VI.

Keluhan masyarakat pun terus bermunculan. Saat musim kemarau, jalan dipenuhi debu tebal yang mengganggu aktivitas warga. Sementara saat musim hujan, genangan air memperparah kondisi jalan hingga membahayakan pengguna.

Risky juga menyoroti dugaan ketimpangan dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan yang dinilai tidak tepat sasaran. Ia menyebut adanya kecenderungan pembangunan dilakukan berdasarkan kepentingan tertentu, bukan kebutuhan masyarakat.

Baca juga : Lapor Pak Bupati, Jalan Rusak di Sekitar Kampus UNA Berulang Kali Makan Korban

“Seolah-olah proyek jalan jadi bancakan menjelang pemilu. Yang dibangun bukan yang paling butuh, tapi yang paling banyak suaranya,” tuturnya.

Ia menyinggung beban masyarakat yang tetap memenuhi kewajiban membayar pajak, namun tidak mendapatkan fasilitas yang layak. Kondisi ini, kata dia, berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Rakyat tiap tahun bayar pajak kendaraan, bayar pajak saat belanja, tapi jalan tetap rusak. Lama-lama masyarakat bisa jadi apatis,” katanya.

Ia juga mengingatkan jalan rusak bukan hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga keselamatan. Berdasarkan data yang ia sampaikan, kerusakan jalan disebut berkontribusi terhadap lebih dari 30 persen kecelakaan lalu lintas.

“Motor jatuh karena menghindari lubang, truk terguling karena jalan ambles. Ini bukan musibah semata, tapi kelalaian yang dibiarkan. Korbannya selalu rakyat kecil,” ujarnya.

Risky menekankan akses jalan yang layak merupakan hak dasar masyarakat, bukan sekadar janji atau alat kepentingan politik.

“Jalan itu hak dasar, bukan hadiah politik. Jangan sampai ada lagi korban akibat pembiaran ini,” ucapnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan