Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Viral! Ketua DPRD Tapteng Nyaris Pukul Lurah di Kantor Camat Barus, Ada Apa?

Viral! Ketua DPRD Tapteng Nyaris Pukul Lurah di Kantor Camat Barus, Ada Apa?

Video Ketua DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng), Ahmad Rivai Sibarani, yang nyaris memukul Lurah Padang Masiang, Hendra Hutauruk, viral di media sosial. Insiden itu terjadi saat warga mendatangi Kantor Camat Barus untuk mempertanyakan kelanjutan bantuan bencana bagi yang belum menerima, Senin (27/4/2026).

Dibaca Juga : Tragedi Rel Bekasi Timur: 7 Tewas, 81 Luka Akibat Tabrakan KA dan KRL

Dari rekaman video, awalnya pertemuan yang turut dihadiri anggota DPRD Tapteng, Ardino Tarihoran, berlangsung aman dan tertib. Namun, situasi berubah setelah Ketua DPRD memimpin jalannya pertemuan.

Saat itu, Lurah Padang Masiang, Hendra Hutauruk, terlihat berdiri, menyalakan rokok, lalu duduk kembali. Tiba-tiba, Ahmad Rivai Sibarani membentaknya. “Pak Lurah, berdiri kau,” ujar Rivai.

Tidak terima dibentak atau karena terkejut, Hendra Hutauruk spontan membalas. “Saya berdiri,” teriaknya. Ketegangan pun memuncak hingga Ketua DPRD nyaris melakukan pemukulan terhadap lurah tersebut, yang memicu kericuhan di lokasi.

Aparat dari Polsek Barus dan Satpol PP Tapteng berupaya mengamankan situasi. Namun, karena jumlah massa semakin banyak, kondisi menjadi tidak terkendali. Lurah Padang Masiang bahkan dilaporkan terkena pukulan dan lemparan botol dari oknum yang tidak dikenal.

Camat Barus, Sanggam Panggabean, mengatakan awalnya ia tidak berada di lokasi karena sedang bertugas di Kantor Bupati Tapteng di Pandan untuk menyampaikan data rumah rusak tahap kedua yang telah diverifikasi.

Ia mengaku mengetahui kejadian tersebut dari stafnya, Juli Hutagalung, serta dari video yang beredar. “Sesuai video yang beredar, memang terjadi ketegangan antara Ketua DPRD Tapteng dengan Lurah Padang Masiang. Pertemuan itu juga tidak terjadwal dan tidak ada surat resmi dari DPRD,” ungkapnya.

Sanggam menyayangkan terjadinya miskomunikasi antara pihak dewan dan lurah dalam pertemuan tersebut hingga berujung kericuhan dan viral di media sosial.

Ia memastikan seluruh warga terdampak bencana di Kecamatan Barus akan menerima bantuan dari pemerintah. “Kami sudah mendata, jumlahnya lebih dari 3.000 penerima by name by address (BNBA), dan data tersebut telah disampaikan ke Pemkab Tapteng,” katanya.

Menurutnya, keresahan warga kemungkinan dipicu kurangnya pemahaman terkait tahapan penyaluran bantuan. “Ada bantuan jaminan hidup (jadup) tahap pertama yang sudah disalurkan, sementara tahap kedua masih dalam proses pencairan. Selain itu, bantuan stimulan dan ekonomi dari Kementerian Sosial telah diberikan kepada 1.393 warga terdampak,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu yang tidak benar dan meminta agar setiap informasi dapat dikonfirmasi langsung ke pemerintah kecamatan, desa, maupun kelurahan. Sanggam juga menegaskan tidak boleh ada pungutan liar dalam penyaluran bantuan. “Jika ada kepala lingkungan atau pihak lain yang melakukan pungli, akan langsung diberhentikan,” tegasnya.

Dibaca Juga : KA Jarak Jauh dan KRL Tabrakan di Bekasi Timur, Basarnas Turunkan Tim Khusus Evakuasi

Ia menambahkan bahwa kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, yang meminta agar persoalan diselesaikan sesuai proses hukum dan semua pihak menahan diri. “Kita harus duduk bersama mencari solusi, apalagi di tengah situasi bencana. Pemerintah siap melayani seluruh masyarakat secara adil tanpa pilih kasih,” tutupnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan