Tewas Saat Diamankan Satpam Kebun, Kematian Warga di Sergai Masih Diselidiki
Kematian Pairin alias Ateng, 41 tahun, warga Dusun I, Desa Karang Tengah, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), saat diamankan Satuan Pengamanan (Satpam) PTPN IV Regional 1, Kebun Sarang Giting, hingga kini masih menjadi misteri. Penyebab pasti kematiannya belum terungkap karena hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi masih ditunggu.
Keluarga korban menyebut jenazah Pairin ditemukan memiliki beberapa luka ringan.
“Saya lihat di bagian kaki ada luka gores, di jempol kaki sebelah kiri juga ada luka sedikit. Kami masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Lilik, mertua Pairin, saat ditemui di kediamannya, Senin (12/1/2026).
Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa luka tersebut belum tentu menjadi penyebab kematian. Kasi Humas Polres Sergai, Iptu LB Manulang, menyampaikan:
“Ada di tangannya luka goresan, tapi itu bukan penyebab kematiannya. Kepastiannya menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Kota Tebingtinggi.”
Baca juga : Tewas Saat Diamankan Satpam PTPN IV, Kematian Warga Sergai Masih Misteri
Kronologi Kejadian
Kematian Pairin terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, saat Satpam kebun mencurigai korban mengambil tandan buah segar (TBS).
“Saat diamankan, korban lemas dan langsung dilarikan ke Klinik Buah Hati, Dolok Masihul. Sayangnya, ia dinyatakan meninggal dunia saat tiba di klinik,” jelas Iptu Manulang. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Kota Tebingtinggi untuk visum.
Sebelum kejadian, Pairin sempat berkunjung ke rumah mertuanya untuk sarapan. Menurut Lilik, korban tampak sehat dan hanya pernah mengeluhkan sakit asam lambung.
“Hari itu dia datang membawa sarapan. Wajahnya terlihat sehat, bagus-bagus saja,” ujar Lilik.
Pihak Kebun Berbelasungkawa
Pihak PTPN IV Regional 1, Kebun Sarang Giting, telah mendatangi keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp4 juta.
“Mereka datang pada Sabtu (10/1/2026), mengucapkan turut berdukacita dan memberikan bantuan,” ucap Lilik.
Baca juga : Bakar Ayah Kandung hingga Tewas, Pedagang Sate Diganjal Vonis 15 Tahun Penjara
Penyelidikan Masih Berlangsung
Kanit Reskrim Polsek Dolok Masihul, Iptu Ismail Har, menjelaskan pihak kepolisian telah memeriksa delapan Satpam dan empat anggota keluarga.
“Satpam mengaku tidak melakukan kekerasan saat mengamankan korban, namun penyelidikan masih berlangsung,” katanya.
Hasil autopsi, yang diperkirakan keluar dalam dua minggu, menjadi kunci untuk memastikan penyebab kematian Pairin, apakah karena kondisi medis, benturan fisik, atau faktor lain.
Sorotan dan Fakta Menarik
– Korban sering berkunjung ke keluarga di Desa Karang Tengah saat istrinya bekerja di Malaysia.
– Dugaan pencurian TBS memicu perhatian publik terkait prosedur pengamanan di perkebunan.
– Bantuan Rp4 juta dari pihak kebun menunjukkan adanya komunikasi antara perusahaan dan keluarga korban.
– Publik menunggu hasil autopsi untuk kepastian hukum dan penyebab kematian.






