SPBun Ultimatum PTPN I: Dua Pekan Tak Digubris, Kantor Direksi Siap Diduduki
Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBun) PTPN I Regional I mengancam akan menduduki kantor direksi jika tuntutan mereka tidak dipenuhi dalam waktu dua pekan. Ancaman tersebut disampaikan usai aksi unjuk rasa yang digelar di Kantor PTPN I Regional I, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (28/4/2026).
Dibaca Juga : Sekda Tebing Tinggi Dorong Sinergi dan Pemanfaatan Teknologi dalam Rakor Pembangunan Manusia
Aksi yang diikuti sekitar 1.500 pekerja eks PT Perkebunan Nusantara II (PTPN2) itu diterima langsung oleh Regional Head PTPN I Regional I, Wispramono Budiman.
Dalam pertemuan tersebut, manajemen memfasilitasi dialog dengan sepuluh perwakilan pekerja. Wispramono menyatakan apresiasi atas aksi yang dinilai berlangsung tertib dan sesuai ketentuan. Ia juga berjanji akan meneruskan seluruh tuntutan pekerja kepada pimpinan di tingkat pusat.
“Tuntutan untuk menjadikan regional tersendiri bukan kewenangan kami di tingkat regional. Namun, aspirasi ini akan kami sampaikan ke pimpinan di Jakarta agar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum SPBun PTPN I Regional I, Purnama Tarigan, menyampaikan empat tuntutan utama, di antaranya terkait perbedaan sistem pengupahan antara karyawan tetap dan kontrak di unit kerja yang sama, perbedaan nilai tunjangan hari raya (THR) tahun 2025, serta ketimpangan pemberian bonus di lingkungan perusahaan.
Menurutnya, pekerja eks PTPN2 juga menuntut agar dijadikan regional tersendiri guna memastikan kesetaraan upah, tunjangan, dan kesejahteraan karyawan.
“Kami memberikan tenggat waktu dua pekan. Jika tidak ada realisasi, kami akan melakukan aksi lebih besar dan menduduki kantor direksi PTPN I Regional I,” ucap Purnama.
Koordinator aksi, Arifin, dalam orasinya menyoroti ketimpangan upah yang disebut terjadi sejak 1 Januari 2025. Karyawan tetap disebut menerima upah lebih rendah dibanding pekerja kontrak (PKWT), meski bekerja di bidang dan lokasi yang sama.
Ia juga menyinggung adanya perbedaan nilai THR dan bonus yang dinilai menurunkan tingkat kesejahteraan pekerja.
Dibaca Juga : Polda Sumut Serahkan Tali Asih untuk Keluarga Praka Rico Pramudia, Prajurit TNI AD yang Gugur di Lebanon
Ribuan massa yang datang menggunakan bus dan sepeda motor membawa berbagai spanduk berisi tuntutan. Mereka juga melakukan aksi simbolis cap jempol darah sebagai bentuk komitmen perjuangan. Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan.






