Penutupan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia 7 Persen
Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 7 persen pada awal perdagangan Senin (20/4/2026), setelah sebelumnya anjlok sekitar 9 persen pada akhir pekan lalu di tengah dinamika konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Kenaikan harga dipicu oleh kembali ditutupnya Selat Hormuz, menyusul saling tuding pelanggaran kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara terkait serangan terhadap kapal.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka naik sebesar 7,26 persen atau USD 6,56 menjadi USD 96,94 per barel pada pukul 22.04 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 7,24 persen atau USD 6,07 ke level USD 89,92 per barel.
Sebelumnya, harga minyak sempat merosot sekitar 9 persen pada Jumat setelah Iran menyatakan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz dibuka bagi kapal komersial selama masa gencatan senjata. Saat itu, Presiden AS Donald Trump juga menyebut Iran telah menyetujui untuk tidak lagi menutup selat tersebut.
Baca juga : China Tekan Iran Buka Selat Hormuz, Dunia Terancam Krisis Minyak Besar
Seorang pejabat senior Iran mengatakan seluruh kapal masih dapat melintas, namun harus berkoordinasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran. Ia juga menyebut pencairan dana Iran menjadi bagian dari kesepakatan yang tengah berlangsung.
Analis dari Gelber & Associates menilai pasar mulai mengurangi premi risiko ekstrem yang terbentuk dalam dua pekan terakhir, sehingga harga minyak kembali bergerak menuju kondisi normal berdasarkan aliran pasokan aktual.
Berdasarkan data pelacakan kapal, sekitar 20 kapal terlihat bergerak dari Teluk menuju jalur keluar Selat Hormuz.
Di sisi lain, Trump menyatakan AS akan mengambil pendekatan “santai” dalam menangani isu nuklir Iran, termasuk rencana pengambilan uranium yang telah diperkaya. Ia juga menyebut Teheran menawarkan komitmen untuk tidak memiliki senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun.
“Kita akan lihat apa yang terjadi. Tapi saya pikir kita sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran,” ujar Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih, Kamis lalu.






