Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS MTQN ke-58 Siantar Martoba: Ajang Kecamatan, Lahirkan Qari-Qariah Berprestasi

MTQN ke-58 Siantar Martoba: Ajang Kecamatan, Lahirkan Qari-Qariah Berprestasi

Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-58 tingkat Kecamatan Siantar Martoba tidak sekadar menjadi agenda rutin keagamaan. Lebih dari itu, ajang ini diproyeksikan sebagai ruang strategis melahirkan generasi qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

Dibaca Juga : Dilaporkan Sejak 2024, Kasus Curanmor Mahasiswa UMA Tak Kunjung Tuntas

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setdako, Dedy Tunasto Setiawan, saat membuka MTQN di Masjid Al Ikhlas, Jalan Sumber Jaya II, Sabtu (11/4/2026).

Dedy Tunasto Setiawan, menekankan MTQN harus dimaknai sebagai proses pembinaan berkelanjutan, bukan sekadar kompetisi seremonial. Ia mendorong para peserta untuk tampil maksimal dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas, sekaligus menjadikan ajang ini sebagai momentum peningkatan kualitas diri.

“MTQN ini diharapkan mampu melahirkan qari dan qariah unggulan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

Selain peserta, perhatian juga diarahkan kepada dewan hakim. Wesly menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam proses penilaian, guna memastikan hasil yang objektif dan berkualitas.

Tak lupa, apresiasi diberikan kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap seluruh kerja keras yang dilakukan menjadi nilai ibadah, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun kehidupan religius di tengah masyarakat.

Lebih jauh, MTQN juga dipandang sebagai instrumen sosial yang mampu mempererat ukhuwah Islamiyah. Dengan semangat kolektif tersebut, Pemko Pematangsiantar optimistis dapat mendorong terwujudnya kota yang cerdas, sehat, kreatif, dan selaras.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQN Kecamatan Siantar Martoba, Sofian Siregar, melaporkan kegiatan berlangsung selama dua hari, 11 hingga 12 April 2026, dengan melibatkan 214 peserta serta delapan grup tahsin. Ia menilai antusiasme peserta menjadi indikator positif meningkatnya minat generasi muda terhadap pembelajaran Al-Qur’an.

Dari sisi kelembagaan, Ketua LPTQ Kota Pematangsiantar, Hamzah Fanshuri Damanik, memberikan perspektif yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa MTQ tingkat kecamatan merupakan fondasi utama dalam sistem kaderisasi tilawah Al-Qur’an.

“MTQ bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita membangun estafet generasi Qur’ani. Ini tentang mengenalkan dan menanamkan nilai Al-Qur’an sejak dini kepada generasi muda,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, LPTQ turut melakukan evaluasi terhadap kualitas pelaksanaan MTQ di setiap kecamatan. Penilaian ini bertujuan untuk mendorong peningkatan standar penyelenggaraan, sehingga setiap wilayah memiliki motivasi untuk menghadirkan MTQ yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Dibaca Juga : Tragedi di Sungai Bingai Langkat, Pemuda Tenggelam Saat Warga Berusaha Menolong

Dengan konsep pembinaan yang semakin terarah dan dukungan berbagai pihak, MTQN ke-58 Siantar Martoba diharapkan tidak hanya menghasilkan juara di atas panggung, tetapi juga melahirkan duta-duta Qur’ani yang siap membawa nama Pematangsiantar ke level yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan