Perluas Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Kisaran Jalin Kerja Sama dengan Muhammadiyah
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran berencana memperluas cakupan perlindungan pekerja dengan menggandeng organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah di wilayah kerjanya. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama strategis antara BPJS Ketenagakerjaan dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di tingkat nasional.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran Ferina Burhan menyatakan, kolaborasi tersebut akan difokuskan untuk menjangkau lebih banyak pekerja, khususnya kelompok rentan, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta komunitas produktif yang selama ini belum terakses program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Muhammadiyah memiliki jaringan yang kuat hingga ke tingkat akar rumput. Ini menjadi peluang besar untuk memperluas edukasi dan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya Ferina Burhan kepada wartawan dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya menyasar pekerja formal di lingkungan Muhammadiyah, tetapi juga akan menyentuh sektor informal yang jumlahnya cukup besar di wilayah kerjanya meiliputi Kabupaten Asahan, Tanjungbalai, Batu Bara, Labuhanbatu, Labura dan Labusel.
Ia menambahkan, pihaknya akan mendorong program sosialisasi secara masif melalui jaringan Muhammadiyah, mulai dari lembaga pendidikan, rumah sakit, hingga komunitas binaan. Dengan begitu, literasi masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kerja dapat meningkat.
Selain perlindungan dasar seperti jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran juga membuka peluang pengembangan manfaat tambahan. Di antaranya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan (upskilling) dan peningkatan keterampilan ulang (reskilling), terutama bagi tenaga kerja di era digital.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Buka Rekrutmen untuk Penguatan Layanan di Seluruh Daerah
“Kita ingin pekerja di daerah tidak hanya terlindungi, tetapi juga mampu bersaing. Apalagi saat ini tantangan dunia kerja semakin kompleks, termasuk munculnya pekerja digital dan gig economy,” katanya.
Lebih lanjut, kerja sama ini juga berpotensi dikembangkan ke sektor lain, termasuk pemberdayaan ekonomi dan penguatan komunitas melalui program-program berbasis kolaborasi.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran menilai sinergi lintas sektor seperti ini menjadi kunci dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Kami optimistis, dengan kolaborasi ini cakupan perlindungan pekerja di wilayah Kisaran dan sekitarnya akan semakin luas, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pengurus Muhammadiyah di tingkat daerah untuk menyusun program kerja yang terarah dan tepat sasaran.
“Harapannya, kerja sama ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama mereka yang selama ini belum tersentuh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” tutupnya.
Sebelumnya, tingkat nasional, kesepakatan kerja sama ini telah ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Yogyakarta.






