Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Aksi Curanmor di Bumi Serdang Damai Masuk Laporan Polisi

Aksi Curanmor di Bumi Serdang Damai Masuk Laporan Polisi

Kasus pencurian satu unit sepeda motor Honda CBR 150R dan percobaan pencurian satu unit Yamaha WR 155 di Kompleks Perumahan Bumi Serdang Damai resmi dilaporkan ke polisi, pada Rabu (6/5/2026) dengan nomor laporan polisi LP/B/211/V/2026/SPKT/Polsek Patumbak/Polrestabes Medan.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Omrin Siallagan, saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus tersebut memilih bungkam. Meski sudah dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Tuntungan itu tidak memberikan komentar.

Sementara itu, Kevin (21), pemilik motor CBR 150R, mengatakan aksi pencurian terjadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, ia baru pulang dan memarkirkan sepeda motor di garasi rumah.

“Sekitar pukul 03.00 WIB saya baru pulang. Setelah itu saya menonton TV. Sekitar pukul 04.30 WIB terdengar suara sepeda motor saya didorong keluar dari garasi, lalu pelaku langsung tancap gas,” ujar Kevin, Kamis (7/5/2026).

Melihat kejadian itu, Kevin sempat melakukan pengejaran terhadap pelaku, namun tidak berhasil menangkapnya.

Sementara itu, FS (31), wartawan Tribun Medan, juga menceritakan percobaan pencurian yang dialaminya. Menurut FS, pelaku awalnya menargetkan sepeda motor Yamaha WR 155 miliknya yang merupakan pemberian mantan Kapolda Sumut, Komjen Pol (Purn) Agung Setya Imam Effendi.

Aksi Curanmor di Sei Balai Terhenti, Pelaku Ditangkap Polisi

“Pelaku pertama kali menargetkan motor saya. Gembok pagar sudah dibobol dan stop kontak motor sudah dirusak. Namun karena cakram belakang saya terkunci, pelaku akhirnya pindah ke rumah tetangga dan mencuri motor CBR 150R,” terang FS.

FS menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada waktu yang hampir bersamaan. Saat itu, ia mendengar suara sepeda motor berknalpot racing melaju dari sisi kanan rumah. Tak lama kemudian terdengar Kevin berteriak meminta tolong sambil meneriaki maling.

Mendengar teriakan tersebut, FS bersama mertuanya langsung keluar rumah sambil membawa kunci sepeda motor untuk mengejar pelaku. Namun saat hendak menggunakan kendaraannya, FS mendapati stop kontak motornya sudah rusak akibat percobaan pencurian. Hal serupa juga dialami mertuanya yang mendapati gembok pagar rumah telah rusak.

Saat itulah FS dan keluarganya menyadari rumah mereka juga sempat menjadi sasaran maling, namun pelaku gagal dan beralih ke rumah tetangga.

Karena motornya tidak bisa digunakan, FS akhirnya memakai sepeda motor lain untuk mengejar pelaku. Namun mereka gagal menemukan pelaku yang kabur dengan cepat membawa motor milik Kevin.

FS menambahkan, berdasarkan rekaman CCTV, pelaku atau eksekutor berjumlah satu orang dengan ciri-ciri berambut gondrong, bertubuh kurus, memakai jaket hitam, dan topi cokelat.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan