DPRD Samosir Soroti Masalah Sampah, Lonjakan Wisatawan Jadi Tantangan Serius
Pengelolaan sampah di Kabupaten Samosir dinilai belum maksimal, seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang belum diimbangi dengan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.
Dibaca Juga : Tragedi Rel Bekasi Timur: 7 Tewas, 81 Luka Akibat Tabrakan KA dan KRL
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang persampahan bersama Perkumpulan Warkop Jurnalis Samosir, Senin (27/4/2026), di Gedung DPRD Samosir, Kompleks Perkantoran Parbaba.
Nasip Simbolon menyampaikan bahwa salah satu persoalan utama berasal dari perilaku pengunjung yang masih membuang sampah sembarangan, sehingga pengelolaan sampah belum berjalan optimal.
“Misalnya pengunjung yang terjebak macet, makan di dalam mobil, lalu membuang sampahnya sembarangan,” ujarnya.
Ia mengatakan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Samosir sudah melebihi kapasitas, namun tidak berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan daerah. Hal ini disebabkan banyaknya wisatawan yang datang dengan membawa bekal sendiri, sehingga tidak berbelanja di Samosir.
“Jika dibandingkan dengan pendapatan, tidak seimbang. Banyak pengunjung membawa bekal, seperti air mineral dan kebutuhan lainnya dari luar daerah,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap pengunjung dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Samosir secara optimal, termasuk mendorong wisatawan untuk memenuhi kebutuhan selama berkunjung dari pelaku usaha lokal.
Dibaca Juga : KA Jarak Jauh dan KRL Tabrakan di Bekasi Timur, Basarnas Turunkan Tim Khusus Evakuasi
DPRD Samosir berharap melalui pembahasan Ranperda persampahan, pemerintah daerah dapat memperkuat regulasi sekaligus meningkatkan pengawasan serta kesadaran masyarakat dan wisatawan dalam menjaga kebersihan lingkungan.






