Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Kasus Dugaan Malapraktik, Keluarga Pasien Desak RSU Muhammadiyah Medan Penuhi Dua Tuntutan

Kasus Dugaan Malapraktik, Keluarga Pasien Desak RSU Muhammadiyah Medan Penuhi Dua Tuntutan

Keluarga pasien Mimi Maisyarah, 48 tahun, warga Jalan Tangguk Bongkar III tak kuasa menahan rasa kekecewaannya terhadap pelayanan di Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Medan Jalan Mandala By Pass, Kecamatan Medan Denai, Selasa (21/4/2026).

Rasa kecewa tersebut karena dugaan malapraktik yang dilakukan pihak RSU Muhammadiyah Medan kepada Mimi Maisyarah. Keluarga menyebut saat melakukan operasi penyakit Miom, pasien dan keluarga tak diberitahu adanya pengangkatan rahim.

Terpantau di RSU Muhammadiyah Medan, keluarga berserta anak pasien meluapkan rasa marah dan kekecewaan di pintu masuk rumah sakit tersebut, bahkan menjadi tontonan pasien lainnya.

Kuasa Hukum Mimi Maisyarah, Ojahan Sinurat, menuntut dua hal kepada RSU Muhammadiyah Medan atas dugaan malapraktik yang dilakukan pihaknya kepada Mimi Maisyarah.

“Pertama apa tanggung jawab RSU atas pengangkatan rahim pasien yang tanpa persetujuan tersebut dan kedua tindak lanjut pengobatan pasien ini bagaimana,” ujarnya.

Baca juga : Dinkes Sumut Dalami Kasus Dugaan Malapraktik di RSU Muhammadiyah Medan

Dijelaskan Ojahan, pihaknya telah melontarkan somasi kepada RSU Muhammadiyah, Kamis lalu, dan diberikan waktu tiga hari hingga Senin, 20 April 2026.

“Kemarin kami kasih juga waktu tambahan lagi di hari Senin, hingga pada hari Selasa ini kami datang ke sini (RSU Muhammadiyah) untuk meminta jawaban, namun respons (pihak RSU) tunggu dibalas suratnya,” katanya.

Ojahan mengatakan berdasarkan undang-undang kesehatan disebutkan bahwa hasil Patologi Anatomi (PA) merupakan hak dari pasien dan saat berjalannya operasi dan pascaoperasi, pihak rumah sakit harus memberitahukan kondisi penyakit pasien.

“Ini (hasil PA dan perkembangan saat operasi dan pascaoperasi) tidak pernah diberikan kepada si pasien. Malah (pihak RSU) menunjukkan daging (hasil operasi) yang diangkat,” ucapnya.

Amatan wartawan, sejak pukul 13.35 WIB hingga 14.45 WIB, manajemen RSU Muhammadiyah Medan belum menemui pihak keluarga hingga pasien kini telah kembali dibawa pulang ke rumahnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan