Rumah Aktivis di Sibolga Diteror Bom Molotov, Diduga Terkait Video Viral Bantuan Bencana Ditimbun
Aktivis yang juga pegiat media sosial, Risman Lase, 40 tahun, mendapat ancaman teror berupa aksi pelemparan bom molotov ke rumahnya dari orang tidak dikenal (OTK).
Dibaca Juga : Bank Sumut Siantar Bagikan 500 Takjil Ramadan, Gandeng UMKM Nasabah untuk Berbagi Berkah
Ia menduga aksi teror ini terjadi erat kaitannya setelah ia sempat mengungkap dan memviralkan adanya bantuan bencana alam yang sengaja ditimbun di bangunan eks Kampus AKN (Akademi Komunitas Negeri) Sibolga, di Bukit Panomboman, Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara.
Dari rekaman CCTV salah satu bukti yang diserahkan ke Polres Sibolga yang berhasil diperoleh Mistar, Jumat (13/3/2026), memperlihatkan adanya seseorang yang sengaja melempar bom molotov ke arah mobil milik Risman Lase yang terparkir persis di depan rumahnya di Jalan Sibolga Baru, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota.
Dari rekanan CCTV, teror yang diperkirakan terjadi pukul 02.00 WIB itu juga memperlihatkan OTK mencoba membakar benda lain, seperti lain tepatnya dari samping rumahnya. Untung saja api yang dinyalakan tidak hidup.
Barang bukti lainnya yang sudah diamankan polisi dari TKP di antaranya pecahan botol kaca, sumbu kain, serta flasdisk berisi rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik aksi pelaku teror yang diserahkan korban.
Risman Lase ditemui di Polres Tapteng usai memberikan keterangan mengatakan, dia sudah melaporkan ke jadian itu ke Polres Tapteng dengan nomor laporan LP/B/33/III/2026/SPKT/Polres Sibolga/Polda Sumatera Utara.
Ia memastikan dari rekaman CCTV kejadiannya pada dini hari, sekitar pukul 2.00 WIB. Saat itu terdengar suara ledakan bom yang begitu keras di depan rumahnya, disertai banyaknya anjing yang mengonggong saat itu.
Mendengar suara itu, Risman dan istrinya terbangun dan mendapati api menyala di depan mobil yang terparkir tepat di depan rumahnya. Mereka kemudian berusaha memadamkan api yang sempat membesar tersebut.
Risman kemudian melihat rekaman CCTV di rumahnya untuk memastikan sumber api. Setelah diperiksa, api bersumber dari lemparan OTK berupa botol berisi bahan bakar ke arah mobilnya.
Risman curiga aksi teror itu berkaitan erat dengan aktivitasnya yang baru saja memviralkan temuan dugaan penumpukan bantuan yang belum disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.
“Saya tidak menuduh siapa pun, namun secara logika wajar jika saya curiga. Kejadian ini terjadi tepat setelah kami memviralkan temuan tersebut. Bukan menuduh. Saya hanya curiga karena kejadian tersebut,” ujarnya.
Risman yang juga tokoh pemuda masyarakat Nias ini memberikan masukan kepada Polres Sibolga agar menerjunkan personielnya untuk menelusuri seluruh rekaman CCTV di sekitar lokasi TKP.
Ia menjelaskan, dari gerakan pelakunya sudah ada bayangan, sebab lokasi kejadian pembakaran ada di dua titik. Pertama pelaku melakukan skenario pembakaran di rumah Pak Min di Jalan Gambolo (tetangga Risman).
“Di situ dulu awalnya dilakukan pemeriksaan, sehingga hasil CCTV di sana kelihatan wajahnya pelaku. Kedua, baru pelaku langsung ke tempat saya di Jalan Sibolga Baru, maka di situ juga perlu ditelusuri CCTV yang banyak milik warga,” katanya.
Risman berharap Polres Sibolga dapat menindaklanjuti dan mengungkap kasus yang dilaporkannya secara profesional, dan pelaku segera ditangkap.
Dibaca Juga : Disperindag Pematangsiantar Pantau Harga Sembako, Pedagang Diingatkan Tidak Jual di Atas HET
“Saya masih yakin dan percaya dengan kinerja bapak Kapolres karena beliau orang baik, sehingga personelnya berkomitmen menindaklanjuti kasus ini. Semoga pelakunya cepat terungkap. Ambil CCTV-nya di mana-mana saja karena di Simpang itu banyak,” tuturnya.






