Guru TK Jadi Korban, Pelaku Hipnotis Gasak iPhone di Kawasan Aksara Medan
Terungkap, korban pelaku hipnotis, Yunus tak hanya satu orang. Salah seorang perempuan lainnya juga mengaku menjadi korban penipuan penggelapan yang dilakukan pria 24 tahun itu.
Perempuan itu berinisial NA, 25 tahun, berprofesi sebagai seorang guru. Ia mengaku kehilangan iphone 11 setelah bertemu dan berinteraksi dengan Yunus.
Diceritakan perempuan yang tinggal di Kecamatan Percut Sei Tuan itu, aksi yang dialaminya terjadi, Senin (16/2/2026) di Jalan Cemara, Kota Matsum II, Medan Area, tak jauh dari Simpang Aksara. Saat itu, NA sedang menunggu ojek online. Tiba-tiba, terduga pelaku Yunus datang menghampiri dan menepuk pundaknya.
“Dia manggil dan mendekat. Lalu menepuk pundak dan saya sudah nurut aja disitu,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Sejurus kemudian, ibu guru itu diajak naik sepeda motor dan dibawa ke salah satu warkop di Jalan Amaliun Medan. Di sana, Yunus kembali melancarkan aksinya dan membawa iphone 11 milik NA.
“Disitu saya nurut saja. Dia nyuruh saya ke kamar mandi. Terus jangan bawa tas. Ya sudah saya ke kamar mandi. Saat saya di kamar mandi, dia bongkar tas saya dan ambil iphone. Disitu salah satu tamu melihat dia bongkar tas saya,” tuturnya.
Baca juga : Sepeda Motor Siswa SMA di Percut Dibawa Kabur, Diduga Korban Hipnotis
Keluar dari kamar mandi, NA terdiam dan melamun di meja kafe. Sementara Yunus telah kabur membawa barang berharganya. Salah seorang tamu yang sedari awal curiga dengan teman duduk NA, menyadarkannya.
“Ada satu tamu yang menegur saya. Digoncangnya badan saya, disitu saya sadar. Tamu itu bilang tas kamu tadi diperiksa sama temanmu dan temanmu sudah pergi,” katanya.
Mendengar ucapan itu, sontak NA menangis sejadi-jadinya di lokasi hingga mengundang perhatian warga. Beruntung, ia diantar pulang tamu lainnya hingga ke rumah.
“Saya cari CCTV di daerah situ tapi nggak ada. Tamu itu bilang dari awal sudah curiga. Cuma karena saya masuk sama si pelaku, mereka pikir dia pasangan saya. Padahal saya nggak kenal sama sekali,” tuturnya.
NA pun melaporkan kejadian itu ke polsek Medan Area dengan nomor LP/B/97/II/2026/Spkt/Polsek Medan Area. Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Khairul Fajri Lubis ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan NA.
“Benar, laporannya ada sama kita. Kita masih berkoordinasi dengan Polsek Medan Baru,” ucapnya.






