Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Kapolres Sah Udur Tak Gentar! Pimpin Penumpasan Jaringan Narkoba di Jantung Kota Siantar

Kapolres Sah Udur Tak Gentar! Pimpin Penumpasan Jaringan Narkoba di Jantung Kota Siantar

Di pagi yang biasa, Jumat (11/4/2025) ketika matahari belum begitu terik di langit Pematang Siantar, ada langkah-langkah tak biasa yang menyusuri Jalan Nagur, Gang Erlangga. Langkah-langkah senyap, penuh tekad, namun tak kehilangan keanggunan dari mereka yang mengenakan seragam kehormatan Polri.

Dibaca Juga : Polsek Torgamba Gagalkan Peredaran Narkoba, 5,82 Gram Sabu Diamankan

Di tengah langkah itu, berdiri tegak seorang perempuan yang tak sekadar menjabat, tapi memimpin dengan hati dan keberanian AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, SH SIK MH. Kapolres perempuan ini tak hanya memegang tongkat komando, tapi juga memanggul idealisme tentang negeri yang harus bersih dari racun generasi narkotika.

Didampingi Kasat Narkoba AKP Jonny H Pardede dan Kanit I, Ipda Warman Siallagan, sang Kapolres turun langsung ke titik panas yang ramai dibicarakan masyarakat dan dunia maya. Sebuah rumah sederhana yang berdiri muram di ujung gang, tempat narkotika jenis sabu diduga diperjualbelikan. Operasi dilakukan senyap, dari sisi rumah, tepat di bagian dapur, tim masuk tanpa suara.

Namun, sunyi itu segera pecah ketika seorang pria, Faidel Iskandar Simatupang (30 tahun), berupaya kabur, seperti bayangan yang sadar akan cahaya. Ia mencoba melawan, dua kali melarikan diri, meronta, namun hukum hari itu terlalu tegas untuk bisa ditinggalkan. Setelah ditangkap kembali, tubuh Faidel yang penuh amarah akhirnya dipaksa tunduk oleh prosedur dan borgol baja.

Dalam penggeledahan, lemari kecil di kamar depan membuka kenyataan pahit. 59 paket sabu dengan berat total 26,93 gram, alat timbang digital, plastik klip kosong, tiga unit handphone dari berbagai merek, sendok dari potongan pipet, serta uang tunai Rp 3.035.000 dugaan hasil transaksi gelap, kini tinggal catatan bukti. “Ini bukan sekadar penangkapan,” ujar AKBP Sah Udur selepas operasi.

“Ini adalah bentuk cinta kami pada generasi muda. Karena satu gram narkotika, bisa jadi awal dari hilangnya masa depan anak bangsa,”tambah Kapolres perempuan pertama di Kota Pematangsiantar ini. “Ini bukan sekadar penangkapan,” ujar AKBP Sah Udur selepas operasi.

Ia bukan hanya membawa dampak pada dirinya sendiri, tapi juga menjadi cermin dari betapa mudahnya hidup bisa tergelincir dan betapa pentingnya peran negara dalam memegang tangan mereka yang nyaris jatuh.

Dibaca Juga ; Wanita AS Bertahan Hidup 4 Bulan dengan Ginjal Babi, Pecahkan Rekor Transplantasi Xenotransplantasi!

Gang Erlangga kembali senyap. Tapi diamnya bukan lagi karena ketakutan, melainkan karena harapan. Dan di balik senyap itu, ada seorang Kapolres yang terus berjaga bukan hanya dengan senjata, tapi dengan hati yang tak pernah lelah menumpas kejahatan narkotika.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan