Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS 1.000 Buruh Siantar Siap Turun ke Jalan di May Day 2026, Tuntut Kesejahteraan Lebih Baik

1.000 Buruh Siantar Siap Turun ke Jalan di May Day 2026, Tuntut Kesejahteraan Lebih Baik

Serikat buruh di Pematangsiantar bersiap menyambut peringatan Hari Buruh Internasional 2026 dengan semangat kolaborasi dan penguatan peran pekerja. Sekitar 1.000 buruh dijadwalkan memadati Lapangan H. Adam Malik untuk menyuarakan aspirasi kesejahteraan dan perlindungan bagi tenaga kerja.

Dibaca Juga : BNNK dan Satpol PP Tertibkan 3 Kafe di Beringin, Diduga Jadi Sarang Narkoba

Ketua Serikat Pekerja Pemuda Mandiri, Ferry Simarmata, menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar rapat bersama Forkopimda di Ruang Serba Guna Pemko Pematangsiantar. Rapat tersebut, menurutnya, memastikan seluruh elemen kegiatan tersusun matang menjelang pelaksanaan pada 1 Mei 2026.

“Rapat ini tidak sekadar membahas hal teknis seperti kepanitiaan, rundown acara, hingga mobilisasi peserta. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang konsolidasi gagasan untuk mempertegas arah peringatan May Day sebagai momentum dialog sosial antara buruh, pemerintah, dan pengusaha,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan, peringatan tahun ini mengusung tema Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja. Tema tersebut menegaskan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan tenaga kerja.

“Konsep tripartit kembali dihidupkan sebagai jembatan kepentingan. Buruh tidak hanya menyuarakan aspirasi, tetapi juga terlibat dalam merumuskan solusi,” katanya lebih lanjut.

Menurut Ferry, May Day 2026 harus menjadi titik balik dalam cara pandang terhadap perjuangan buruh. Ia menilai peringatan ini tidak lagi sebatas ajang turun ke jalan, melainkan ruang strategis untuk memperkuat posisi pekerja dalam pembangunan daerah.

“May Day harus dimaknai sebagai momentum persatuan. Buruh tidak boleh hanya menjadi objek kebijakan, tetapi harus menjadi subjek yang ikut menentukan arah pembangunan industri yang adil dan berkelanjutan,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa konsolidasi internal yang tengah dilakukan bertujuan memastikan partisipasi aktif anggota sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa perjuangan buruh kini memasuki fase yang lebih substantif.

Dalam agenda utama peringatan nanti, serikat pekerja akan membacakan dan menyerahkan pernyataan sikap kepada Wali Kota. Dokumen tersebut memuat sejumlah poin strategis, mulai dari dorongan penyusunan regulasi perlindungan pekerja lokal hingga pengawalan implementasi Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga yang telah disahkan pada April 2026.

“Isu-isu ini bukan sekadar tuntutan, tetapi merupakan refleksi kebutuhan nyata pekerja di lapangan. Kami berharap ada kepastian hukum dan perlindungan yang lebih konkret, khususnya bagi pekerja rentan,” tambah Ferry.

Dibaca Juga : Digerebek di Warung Kopi, Pria Parbuluan Diciduk Satres Narkoba Dairi dengan Sabu, Ganja, dan Ekstasi

Dengan kehadiran sekitar 1.000 buruh, peringatan May Day 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan semangat solidaritas, tetapi juga mampu mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan pekerja.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan