Wabup Mahmud Efendi Apresiasi Dedikasi Bidan yang Tetap Mengabdi di Tapteng Pascabencana
Wakil Bupati (Wabup) Tapanuli Tengah (Tapteng) Mahmud Efendi, mengapresiasi seluruh bidan yang tetap melaksanakan tugas dan turut menggalang donasi pascabencana yang melanda Provinsi Sumatra, termasuk Tapteng pada 25 November 2025 lalu.
Dibaca Juga : IRT di Medan Laporkan Dugaan Pernikahan Ganda Suami yang Berlayar ke Batam
Hal itu ia sampaikan saat membuka Seminar Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk meningkatkan profesionalisme Bidan pada masa transisi dari darurat ke pemulihan pascabencana yang digelar Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang dipusatkan di GOR Pandan, Jumat (10/4/2026).
Acara dengan tema “Penguatan Peran dan Profesionalisme Bidan Dalam Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia pada Situasi Bencana itu juga diikuti Ketua Umum PP IBI Ade Zubaedah, Ketua PD IBI Sumatera Utara Betty Mangkuji, Kadis Kesehatan Tapteng Lisnawati Panjaitan dan pengurus IBI di daerah secara hibrid (daring dan luring).
“Saya mengapresiasi seluruh Bidan, baik yang bertugas di rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun praktik mandiri, atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini pascabencana yang melanda di beberapa provinsi di Indonesia,” ujarnya.
Mahmud menuturkan dalam suasana pascabencana ini, ia menitipkan tiga pesan khusus untuk menjadi fokus evaluasi bagi Bidan yaitu kesiapsiagaan layanan di daerah rawan, kesehatan mental dan nutrisi, serta solidaritas tanpa batas.
Ia memastikan Pemkab Tapteng akan terus berupaya mendukung fasilitas dan peningkatan kapasitas bidan di Kabupaten Tapteng.
“Saya juga minta bidan untuk tetap menjaga kode etik profesi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Jadilah bidan yang profesional, handal, dan berhati nurani. Peran aktif saudara semua adalah cahaya harapan bagi ibu dan anak di daerah kita,” katanya.
Mahmud Efendi menyampaikan, rasa bangga dan terima kasih yang mendalam dan sangatlah layak disematkan kepada para bidan atas tugas mulia yang dilakukan pascabencana.
Ia mengaku mendengar laporan bahwa di lokasi bencana, di tengah akses yang terputus dan tanah yang longsor, para bidan tetap bersiaga. Mereka adalah orang pertama yang memastikan bahwa ibu hamil di pengungsian tetap aman.
“Bidan juga mematikan bayi-bayi tetap mendapatkan asupan gizi, dan layanan persalinan tidak terhenti meski dalam kondisi darurat. itulah sejatinya jiwa seorang bidan hadir sebagai pemberi harapan di saat yang paling sulit,” tuturnya.
Mahmud menabahkan bahwa Bidan adalah mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan menangani Stunting melalui pelayanan kesehatan komprehensif di Kabupaten Tapteng.
Sementara itu, Ketua PP IBI, Jubaedah, mengungkapkan ketika terjadi bencana longsor, saat itu IBI segera menggalang donasi untuk sejawat-sejawat bidan di tanah air.
“Kami sangat berbahagia dan bangga atas dedikasi, atas dukungan yang luar biasa dari sejawat-sejawat bidan di tanah air, ikut merasakan apa yang dirasakan walaupun di tengah transisi. Kita tahu saat ini teman-teman juga dalam prakteknya berbagai regulasi di antara transisi dari darurat ke pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Jubaedah mengaku menyadari bagaimana peran dan fungsi b)Bidan sangat krusial, terutama di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan, seperti keterbatasan fasilitas di daerah terpencil, kekurangan tenaga, hingga dinamika sosial budaya masyarakat.
Dibaca Juga : Demi Akses Jalan Dermaga, Pedagang Parbaba Terancam Tergusur dari Lahan Usaha
“Meskipun menghadapi tekanan kerja yang tinggi, banyak Bidan tetap menunjukkan dedikasi luar biasa, yang sering kali diwujudkan dengan memberikan sebagian harta, waktu, maupun tenaganya demi pelayanan kepada ibu dan anak,” ucapnya.






