Tahun 2027, Pemkab Tapteng Gaspol Pulihkan Daerah Pascabencana dan Perkuat Ketahanan
Pada tahun anggaran 2027, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) telah merencanakan akan fokus untuk percepatan pemulihan pascabencana dan penguatan ketahanan bencana.
Dibaca Juga : Demi Akses Jalan Dermaga, Pedagang Parbaba Terancam Tergusur dari Lahan Usaha
Hal itu disampaikan Sekda Tapteng, Binsar TH Sitanggang, saat membuka secara resmi kegiatan Forum Konsultasi dalam rangka Penyempurnaan Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tapteng Tahun 2027 di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tapteng, Jumat (10/4/2026).
Sebagai narasumber dalam kegiatan itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tapteng Akhirul Miswar, ME. Nasution, dengan judul paparan Kondisi Sosial-Ekonomi Kabupaten Tapteng Pascabencana, Plt Kepala Bappeda Johannes Hanzen Saruksuk, dengan judul paparan Arsitektur Perencanaan Pemkab Tapteng 2027, dan Plh Kepala BPKAD Tapteng dengan judul paparan Proyeksi Kemampuan Keuangan Daerah Tahun Anggaran 2027.
Binsar mengatakan bencana hidrometeorologi banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di kabupaten Tapteng pada tanggal 25 november 2025, dan banjir susulan pada 11 dan 16 Februari 2026 telah menimbulkan sejumlah kerusakan signifikan pada sejumlah infrastruktur dasar, fasilitas umum, dan permukiman.
“Maka itu, pada tahun 2027 Pemkab Tapteng akan fokus untuk pemulihan, modal dasar pembangunan terutama terkait dengan pemulihan infrastruktur dasar, pemukiman, layanan pendidikan dan kesehatan serta pemulihan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sekda, upaya pemulihan ini bertujuan untuk memulihkan sistem secara keseluruhan, mengintegrasikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dengan pendekatan ‘Build Back, Better, And Safer’.
“Hal ini juga sejalan dengan Rencana Rehabilitasi Dan Rekontruksi Pascabencana (R3P) di kabupaten Tapteng tahun 2026-2028, dimana pada tahun 2027 menjadi tahun yang difokuskan untuk percepatan Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Ketahanan Bencana,” katanya.
Ia menjelaskan dalam mencapai hal itu, prioritas pembangunan Tapteng adalah melakukan rehabilitasi infrastruktur dasar pasca bencana, perbaikan hunian, rehabilitasi pertanian pasca bencana, pemulihan layanan pendidikan, kesehatan dan sosial, pemulihan ekonomi masyarakat dan UMKM, pemulihan lingkungan hidup dan sumber daya alam, dan transformasi tata kelola pemerintahan yang baik.
“Forum konsultasi publik yang kita laksanakan pada hari ini merupakan forum yang sangat strategis, yang melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan daerah,” tuturnya.
Ia menilai dengan melibatkan partisipasi masyarakat akan menjadi salah satu wahana pemberdayaan masyarakat untuk berperan dalam pengambilan keputusan, bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) yang ada.
“Forum ini menjadi momen yang sangat penting dalam proses perencanaan pembangunan karena memungkinkan semua pemangku kepentingan untuk berkontribusi secara aktif dalam menyempurnakan dokumen RKPD yang berorientasi pada solusi dan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Binsar menambahkan RKPD merupakan penjabaran dari RPJMD yang memuat rancangan kerangka Ekonomi Daerah, prioritas pembangunan daerah, serta rencana kerja dan pendanaan untuk jangka waktu 1 tahun yang disusun dengan berpedoman pada RKP dan program strategis nasional (prosn) yang ditetapkan oleh Pemerintah pusat.
Dibaca Juga : Korwil Disdik Dolok Masihul Sergai Dicopot Usai Dugaan Pungli Guru PPPK Rp1 Juta
Dalam hal ini, sambung Binsar, Pemkab Tapteng dalam menyusun RKPD tahun 2027 mengacu pada tema RKP tahun 2027 yang merupakan penjabaran tahun ketiga pelaksanaan Asta Cita (visi dan misi) Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebagaimana yang telah dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029.






