Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Ratusan Hektare Sawah di Tapteng Kekeringan, Bendungan Ambruk Tak Kunjung Diperbaiki

Ratusan Hektare Sawah di Tapteng Kekeringan, Bendungan Ambruk Tak Kunjung Diperbaiki

Ratusan hektare lahan pertanian sawah milik warga di Lingkungan I dan II, Kelurahan Sibabangun serta Kelurahan Lumut, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), mengalami kekeringan akibat bendungan yang ambruk dan tidak lagi menyalurkan air ke saluran irigasi persawahan.

Dibaca Juga : 6.520 Pelajar Serbu Science Olympiad 2026 Deli Serdang, Antusiasme Tinggi Picu Keluhan Warga

Kerusakan bendungan tersebut terjadi pascabencana banjir dan tanah longsor pada 25 November 2025, yang merobohkan tembok penahan air. Akibatnya, aliran air ke saluran irigasi menuju lahan pertanian warga di dua wilayah tersebut terhenti hingga kini dan belum mendapatkan penanganan perbaikan dari pemerintah.

Tidak adanya pasokan air membuat petani terpaksa membiarkan lahannya terbengkalai karena tidak dapat lagi diolah menjadi sawah. Lahan tersebut kini ditumbuhi ilalang. Para petani mengeluh karena pendapatan mereka menurun drastis, meski saat ini memasuki musim hujan. Namun, air hujan tidak mencukupi untuk mengairi sawah.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, para petani kini memilih bekerja serabutan. Sesekali mereka juga memanen tanaman musiman seperti pisang, daun ubi, dan sayur-sayuran lainnya. Menurut mereka, menanam padi saat ini tidak memungkinkan karena ketersediaan air tidak mencukupi.

Menanggapi keluhan tersebut, Lurah Sibabangun, Resqi Mulia Lubis, bersama warga turun ke lokasi bendungan yang ambruk untuk melihat langsung kondisi serta mengupayakan pengusulan perbaikan ke Dinas Pertanian Tapteng.

Namun demikian, ia mendorong warga untuk melakukan perbaikan sementara secara swadaya melalui gotong royong agar lahan tetap dapat diolah sambil menunggu perbaikan permanen dari pemerintah daerah, provinsi, atau pusat.

“Sebenarnya kerusakan bendungan ini terjadi pada bulan 12 tahun 2025. Sebelumnya memang sudah terjadi penggerusan sungai akibat banjir yang tidak menentu. Cuaca yang buruk membuat saat banjir besar kemarin, bendungan ini tidak lagi berfungsi,” ujar Resqi Mulia Lubis di lokasi, Minggu (19/4/2026).

Ia menyebutkan, bendungan tersebut juga dimanfaatkan warga Kelurahan Lumut yang diperkirakan mencapai 1.000 kepala keluarga (KK), mengingat wilayah itu berbatasan langsung antar dua kecamatan. Sementara di Kelurahan Sibabangun, terdapat dua lingkungan yang sebagian besar warganya menggantungkan hidup dari sektor pertanian sawah.

“Warga sangat membutuhkan sumber air ini untuk irigasi. Kalau tidak ada air, bagaimana usaha masyarakat bisa dilanjutkan ke depan?” ujarnya.

Sebelumnya, Edi Saputra, warga Lingkungan II Kelurahan Sibabangun, mengatakan bahwa sudah hampir lima bulan pascabanjir bandang dan longsor, petani tidak dapat lagi mengolah sawah akibat rusaknya bendungan.

Menurutnya, bendungan tersebut berfungsi untuk meninggikan permukaan air sungai agar dapat dialirkan ke saluran irigasi dan petak sawah. Namun kini, bendungan itu sudah tidak dapat digunakan.

“Sekarang bendungan itu sudah hancur, kami tidak bisa lagi bertani. Mohon perhatian pemerintah untuk segera memperbaikinya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan petani lainnya, Darman, bersama istrinya Dahliana boru Nasution, yang mengeluhkan tidak mengalirnya air ke sawah mereka sejak bencana terjadi. Mereka memilih tidak lagi bertani karena kondisi air tidak mencukupi, bahkan saat hujan deras, sawah justru kerap kebanjiran.

“Mohon bendungan itu segera diperbaiki, karena kalau tidak, sawah kami bisa terendam dan tidak bisa lagi ditanami,” kata Dahliana.

Dibaca Juga : Pesan Inspiratif di Wisuda Darul Mursyid: Rektor UIN Syahada Tekankan Semangat Belajar Sepanjang Hayat

Ia menambahkan, perbaikan secara swadaya dinilai tidak cukup kuat karena struktur bendungan hanya menggunakan susunan batu yang mudah rusak jika diterjang arus sungai. Menurutnya, diperlukan pembangunan menggunakan bronjong agar lebih kuat menahan derasnya aliran air.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan