Jalan Seribu Lubang” di Arse Tapsel Dikeluhkan, Warga Desak Perbaikan Segera
Warga pengguna jalan terus menyuarakan perbaikan jalan protokol di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Dibaca Juga : 6.520 Pelajar Serbu Science Olympiad 2026 Deli Serdang, Antusiasme Tinggi Picu Keluhan Warga
Akses yang menghubungkan beberapa kecamatan hingga daerah tetangga milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ini dijuluki “jalan seribu lubang”. “Sudah belasan tahun tak tersentuh. Kerusakannya semakin parah. Tak hanya sulit dilalui, tetapi juga menebar ancaman bagi pengendara,” ungkap Zainal Abidin (53), salah seorang warga.
Menurutnya, kerusakan terparah dan terbanyak berada di Lingkungan Jonggol Jae, Kelurahan Arse Nauli. Selain itu, juga di Bunga Bondar Sappulu, Desa Pinagar, Simpang Gunung Manaon, dan Aek Arse.Serta Simpang Nanggar Jati dan Aek Torop, Desa Nanggar Jati Huta Padang. Bahkan, tak kalah parah juga di Kelurahan Lancat Nauli dan di titik lainnya.
“Yang jelas, lubang menganga mirip kubangan di badan jalan umum, khususnya di Kecamatan Arse, tak kurang dari seribu titik,” ungkapnya seraya berharap ada perhatian serius dari pemerintah dalam mengatasinya. “Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian antarkecamatan dan juga antardaerah,” sebutnya.
Pengguna jalan lainnya, Fahmi Simatupang (53), juga berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Pemilik usaha gula semut ini mengaku kewalahan melintasi jalan rusak selama ini dalam memasarkan produknya. “Mudah-mudahan kondisi jalan yang cukup parah di Arse ini mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ungkapnya.
Di tempat lain, Wakil Bupati Tapsel, Jafar Syahbuddin Ritonga, menyebut pihaknya menyadari betul keluhan warga tersebut. Namun, karena status jalan berada di bawah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemkab Tapsel tidak bisa mengambil kebijakan untuk memperbaikinya.
“Bersama Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, kami terus menyuarakan keluhan kaum (sanak saudara) tentang kerusakan jalan ini melalui jaringan yang dimiliki,” ungkapnya saat membuka acara Wisuda Angkatan XXVIII Darul Mursyid, Minggu (19/4/2026).
Pemprov Sumut, sebutnya, sebenarnya bukan tidak memperhatikan ruas jalan di wilayah itu, namun masih memprioritaskan jalan dengan kondisi kerusakan yang lebih parah.
Dibaca Juga : Bupati Tapteng Hadiri Rakornas Kementan, Waspadai Ancaman Kekeringan Ekstrem 2026
“Kabarnya tahun ini dibangun dari arah Sipiongot, Paluta. Kita bersabar saja dan terus memperjuangkannya agar secepatnya mendapat sentuhan pembangunan,” sebutnya.






