Pemkab Simalungun Tetapkan 5 Nagori Unggulan, Siap Jadi Percontohan PKK Sumut
Penguatan peran Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) kembali menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun. Langkah konkret dilakukan melalui penetapan lima nagori/desa unggulan yang dipersiapkan sebagai percontohan di tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Dibaca Juga : Tahun 2027, Pemkab Tapteng Gaspol Pulihkan Daerah Pascabencana dan Perkuat Ketahanan
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, yang diwakili Staf Ahli Bupati Debora Hutasoit, saat menerima kunjungan Tim Supervisi PKK Provinsi Sumatera Utara di Balai Harungguan Tuan Rondahaim, Pematang Raya, Jumat (10/04/2026).
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa PKK memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pembangunan berbasis keluarga. Karena itu, penguatan kapasitas kader dan kualitas program menjadi kunci dalam mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, lima nagori ditetapkan sesuai dengan fokus program prioritas. Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, diarahkan menjadi percontohan tertib administrasi PKK. Nagori Dolok Raja, Kecamatan Tapian Dolok, difokuskan pada pola asuh anak dan remaja.
Sementara itu, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, dikembangkan sebagai pusat kegiatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Nagori Bandar Siantar, Kecamatan Gunung Malela, menjadi lokasi implementasi program “Aku Hatinya PKK”. Sedangkan Kecamatan Bandar Huluan ditetapkan sebagai wilayah pelaksanaan deteksi dini kesehatan perempuan melalui IVA Test.
Bupati menyebut kehadiran Tim Supervisi PKK Provinsi Sumatera Utara bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian penting dalam mengukur kesiapan daerah menghadapi penilaian di tingkat provinsi.
“Evaluasi ini sangat penting untuk memastikan seluruh indikator program berjalan maksimal, sehingga desa binaan kita benar-benar siap bersaing di tingkat provinsi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Ny. Darmawati Anton Achmad Saragih, melalui Yulince Mixnon Andreas Simamora, menilai supervisi menjadi pemacu semangat kader untuk terus berinovasi.
Menurutnya, tantangan dalam pemberdayaan masyarakat tidak ringan, namun dapat diatasi melalui kerja kolektif dan konsistensi program.
“Dengan memperkuat kinerja PKK, kita dapat menemukan peluang dan inovasi baru guna memperbaiki perekonomian masyarakat serta meningkatkan ketahanan keluarga,” ujarnya.
Perwakilan TP PKK Provinsi Sumatera Utara yang mewakili Ny. Kahiyang Ayu, Siti Baninah, menegaskan bahwa supervisi bertujuan memastikan implementasi program berjalan sesuai standar dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan aplikasi Si Panda (Sistem Informasi Pelaporan Data) sebagai inovasi digital untuk mendukung kinerja PKK. Melalui aplikasi ini, pelaporan diharapkan menjadi lebih sistematis, akurat, dan transparan.
Dibaca Juga : Lapas Lubuk Pakam Kecolongan! HP hingga Sajam Rakitan Bebas Beredar di Kamar Napi
Kegiatan ditutup dengan penyerahan laporan secara simbolis serta pemaparan capaian program dari masing-masing kecamatan dan nagori.






