INALUM Dorong Industri Hijau, dari Kawasan Danau Toba Menuju Pasar Global
Berbasis kekuatan energi dari kawasan Danau Toba, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) membuktikan diri sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ramah lingkungan dan jadi motor penggerak transformasi industri hijau di Indonesia.
INALUM terus melangkah menuju produksi aluminium rendah karbon yang berdaya saing global di tengah meningkatkan tuntutan global terhadap industry ramah lingkungan.
Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026) menegaskan, bagian dari strategi bisnis perusahaan saat ini akan terus berkomitmen menjadi produsen aluminium global yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Poin keberlanjutan lingkungan kami tempatkan sebagai pondasi utama. Seluruh proses bisnis, dari hulu hingga hilir, diarahkan untuk mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” ujar wanita yang sebelumnya menjabat sebagai direktur Bisnis Pengembangan ini.
Ia melanjutkan, keunggulan utama INALUM terletak pada pemanfaatan energi bersih melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang bersumber dari aliran Sungai Asahan, yang berhulu dari Danau Toba. Adapun, sumber energi inilah yang menjadikan alasan bagi INALUM memiliki jejak karbon lebih rendah dibandingkan smelter aluminium berbasis energi fosil.
Wanita yang sempat menjabat sebagai Direktur Komersial PT Krakatau Steel ini juga menjelaskan, bahwa energi hidro menjadi tulang punggung operasional perusahaan sekaligus faktor penting dalam menekan emisi karbon.
“Dengan energi berbasis air, kami mampu menjaga stabilitas produksi sekaligus menjawab tuntutan global terhadap aluminium hijau,” jelasnya.
Disamping itu, INALUM terus meningkatkan efisiensi energi melalui penerapan sistem manajemen energi berbasis standar internasional ISO 50001, serta inovasi dalam proses produksi. Dalam beberapa tahun terakhir, INALUM mencatat penghematan energi mencapai 14.232 gigajoule (GJ).
Akselerasi INALUM sebagai industri yang sangat intensif energi, membuatnya terus berinovasi dalam meningkatkan efisiensi operasional. Hingga berbagai teknologi diterapkan, mulai dari optimalisasi proses peleburan hingga pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) untuk memastikan efisiensi dari hulu ke hilir.
Baca juga : Kolaborasi Inalum dan Pemkab Batu Bara Tingkatkan Potensi UMKM di Batu Bara
Adapun untuk sisi lingkungan, perusahaan juga mengedepankan prinsip ekonomi sirkular. Limbah industri dikelola melalui teknologi modern, seperti vacuum treatment untuk daur ulang oli, serta pemanfaatan limbah non-B3 sebagai bahan baku kembali. Langkah ini tidak hanya menekan dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Raih PROPER Emas dan Dampak Nyata Masyarakat
Komitmen terhadap keberlanjutan turut tercermin dari capaian PROPER Emas dan Hijau yang diraih INALUM secara konsisten. Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut menjadi indikator keberhasilan perusahaan dalam mengelola aspek lingkungan dan sosial secara berimbang.
Senada, Kepala Grup Layanan Strategis INALUM, Daniel Hutahuruk menambahkan, strategi utama yang diterapkan mencakup efisiensi energi, optimalisasi energi terbarukan, serta integrasi program pemberdayaan masyarakat.
“Keberhasilan ini tidak hanya berasal dari sisi teknis, tetapi juga dari dampak sosial yang kami bangun bersama masyarakat,” tambah Daniel.
INALUM juga menargetkan pencapaian net zero emission sebagai bagian dari komitmen jangka panjang yang sejalan dengan agenda global seperti Paris Agreement.
Tak hanya fokus pada aspek lingkungan, INALUM juga aktif menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program tersebut meliputi pemberdayaan UMKM, bantuan pendidikan, pengembangan desa mandiri, hingga pelestarian lingkungan.
Pendekatan yang dilakukan tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan partisipasi aktif.
Sejumlah program bahkan melahirkan kisah sukses, mulai dari pelaku UMKM yang naik kelas hingga desa yang berkembang menjadi kawasan berbasis potensi lokal.
Baca juga : Inalum Rayakan HUT ke-50 dengan Pasar Murah di 10 Daerah Sumut
Investasi Hijau dan Transparansi Komunikasi Publik
Dalam mendukung transformasi hijau, INALUM mengalokasikan investasi signifikan pada pengembangan energi bersih, modernisasi teknologi, serta pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.
Meski membutuhkan biaya besar di awal, strategi ini diyakini mampu memberikan keuntungan jangka panjang, baik dari sisi efisiensi operasional maupun peningkatan nilai perusahaan di mata investor.
“Penerapan ESG memberikan dampak positif terhadap kepercayaan investor dan memperkuat posisi kami di pasar global,” ungkap Daniel.
Dikatakannya, INALUM juga terus memperkuat komunikasi publik terkait komitmen keberlanjutan. Melalui laporan tahunan, laporan ESG, serta berbagai kanal digital, perusahaan berupaya menyampaikan informasi secara transparan kepada masyarakat.
“Peran media dinilai penting dalam memperluas jangkauan pesan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap transformasi industri hijau yang dijalankan,” ujar Daniel.
Danau Toba, seakan memberikan anugerah pada INALUM yang telah memanfaatkan airnya sebagai energi pemberian semesta sejak pertama kali dioperasikan pada tahun 1976 dari denyut nadinya di sungai Asahan.
Dengan segala komitmen pembuktian peran dan langkah strategis INALUM yang mendapat kekuatan alam dari Danau Toba membuktikan diri ke pasar global menjadi gambaran nyata, bahwa industri nasional dapat bertransformasi menuju arah yang lebih berkelanjutan.
INALUM, Danau Toba dan Sungai Asahan berkolaborasi indah mengandalkan energi bersih, inovasi teknologi, serta komitmen terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai tiga pilar utama yang digunakan untuk mengukur sejauh mana sebuah perusahaan menjalankan bisnis secara berkelanjutan. INALUM tidak hanya menjaga daya saing, tetapi juga berkontribusi dalam upaya global menekan perubahan iklim, menjaga energi bersih dengan efesiensi operasional.
Ini mempertegas jika ESG jadi bagian dari strategi masa panjang perusahaan demi meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global. Maka tak salah, semesta menganugerahi Danau Toba untuk membersamai INALUM bergerak membangun industri aluminium berkelanjutan.






