Analisasumut.com
Beranda AKTUAL Sebanyak 29.281 Bibit Sawit Impor Tanzania Diperkuat untuk Perusahaan di Sergai

Sebanyak 29.281 Bibit Sawit Impor Tanzania Diperkuat untuk Perusahaan di Sergai

Sebanyak 29.281 bibit kelapa sawit asal Tanzania didistribusikan kepada 14 perusahaan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), di Kebun Tanah Besih PT Socfindo Indonesia, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (5/5/2026).

Distribusi bibit yang diberikan oleh GAPKI yang bertujuan memperkuat fondasi industri sawit nasional di tengah tantangan stagnasi produktivitas dan perubahan iklim ini merupakan bagian dari program yang bertema “Pengayaan Plasma Nutfah untuk Generasi Baru Kelapa Sawit Indonesia”.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, dalam kesempatan itu mengatakan kehadiran sumber daya genetik (SDG) kelapa sawit baru memiliki arti penting bagi keberlanjutan industri sawit nasional.

Dikatakannya, dalam beberapa tahun terakhir, produksi sawit nasional cenderung stagnan sehingga diperlukan penguatan dari sisi genetik tanaman.

“Dengan hadirnya SDG dari Tanzania ini, kita membuka peluang besar untuk memperkaya keragaman genetik yang kita miliki,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, sebanyak 102 aksesi didatangkan yang terdiri dari 76 aksesi tipe buah nigrescens dan 26 aksesi virescens.

Dari jumlah tersebut, sebutnya, 84 aksesi merupakan tipe dura dan 18 aksesi tipe tenera yang berpotensi dikembangkan menjadi varietas unggul baru.

Baca juga : Riset Sawit Mahasiswa Unimed Raih Pendanaan Nasional dari BPDP

Dirinya menyebut proses pengadaan SDG telah melalui tahapan panjang, mulai dari eksplorasi, pengambilan, pengujian hingga karantina di bawah pengawasan pemerintah. Selanjutnya dilakukan pengecambahan dan pembibitan di Sumatera Utara sebelum siap didistribusikan.

“Seluruh tahapan telah berjalan dengan baik dan hari ini bibit siap untuk didistribusikan,” sebutnya.

Menurutnya, distribusi ini bukan sekadar kegiatan teknis, tetapi bagian dari upaya meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia di tingkat global melalui kolaborasi lintas sektor.

Dikatakannya, GAPKI juga berencana melanjutkan eksplorasi plasma nutfah ke Zambia guna memperkaya sumber genetik kelapa sawit nasional.

“Ini bukan akhir dari riset, melainkan awal transformasi industri sawit Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, menyampaikan dukungan penuh pemerintah terhadap langkah tersebut.

Dirinya mendorong agar eksplorasi sumber daya genetik tidak hanya berfokus pada dataran rendah, tetapi juga menjajaki potensi dataran tinggi.

Menurutnya, sumber genetik asal Tanzania memiliki keunggulan dalam toleransi kekeringan serta potensi ketahanan terhadap hama dan penyakit.

“Ke depan, eksplorasi genetik jangan hanya dari dataran rendah. Ada potensi sawit dataran tinggi yang bisa dikembangkan di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga : Samosir Tancap Gas! 16 Ton Bibit Bawang Putih Ditanam di Lahan 20 Hektare

Ali menambahkan, peningkatan produktivitas menjadi kunci dalam mendukung program hilirisasi sawit nasional. Dengan luas perkebunan sekitar 16,8 juta hektare, Indonesia membutuhkan varietas unggul berproduksi tinggi.

Selain memenuhi kebutuhan minyak goreng domestik, penguatan sektor sawit juga diarahkan untuk mendukung energi terbarukan seperti biodiesel. Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 5,3 juta kiloliter biodiesel yang diharapkan dapat ditekan melalui penguatan industri dalam negeri.

Di kesempatan yang sama, General Manager PT Socfindo Indonesia, Erikson Ginting, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menyebut pelepasan SDG ini sebagai langkah penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Erikson mengungkapkan, konsorsium eksplorasi plasma nutfah telah dimulai sejak 2008 dengan ekspedisi ke Kamerun, kemudian Angola (2011), Ekuador (2017), hingga Tanzania (2025), dan PT Socfindo selalu terlibat aktif di dalamnya.

“Kami yakin kerja sama antara pemerintah, lembaga penelitian, dan perusahaan akan memberikan manfaat nyata serta menjadi tonggak baru pembangunan perkebunan sawit yang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan pelepasan simbolis bibit sawit oleh Plt. Direktur Jenderal Perkebunan RI Ali Jamil bersama sejumlah pejabat, di antaranya perwakilan Kedutaan Besar Tanzania, Kepala Badan Karantina Indonesia, serta jajaran Kementerian Pertanian dan BPDP.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan