TNI AL Tertibkan Nelayan Deli Serdang di Selat Malaka, Diduga Langgar Jalur Internasional
Personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang berpatroli di perairan Selat Malaka menertibkan sejumlah nelayan asal Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, yang kedapatan mencari ikan hingga alur laut internasional yang berbatasan dengan Malaysia, Kamis (30/4/2026).
Dibaca Juga : DPRD Toba Soroti LKPJ 2025, Gotong Royong Desa Dinilai Perlu Diperkuat
Dalam patroli tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap para nelayan yang sebagian besar berasal dari Pantai Labu. Mereka kemudian diminta menghentikan aktivitas penangkapan ikan dan kembali ke wilayah perairan Indonesia.
Petugas TNI AL menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan nelayan serta mencegah terjadinya pelanggaran wilayah negara.
“Kami meminta para nelayan untuk kembali dan tidak lagi mencari ikan di alur internasional, apalagi hingga memasuki perairan Malaysia. Ini demi keselamatan dan menghindari pelanggaran hukum,” ujar salah seorang petugas di lokasi.
Selain nelayan dari Pantai Labu, petugas juga menemukan nelayan dari wilayah Belawan yang melakukan aktivitas serupa. Para nelayan yang tengah menebar jaring dan memancing langsung diminta menggulung alat tangkapnya, kemudian diarahkan kembali ke perairan Indonesia.
Sementara itu, salah seorang nelayan Pantai Labu, Bakir, mengaku aktivitas penangkapan ikan hingga mendekati batas perairan internasional dilakukan karena kondisi hasil tangkapan yang tidak menentu.
“Kalau melacak ikan itu tidak tentu lokasinya. Kadang tanpa disadari sudah mendekati perbatasan. Memang ada juga nelayan yang nekat sampai masuk ke perairan Malaysia, makanya sering tertangkap,” ujarnya.
Bakir juga mengungkapkan, nelayan tradisional saat ini menghadapi kesulitan untuk mendapatkan hasil tangkapan di perairan sekitar Pantai Labu. Ia menyebut keberadaan kapal-kapal besar dengan alat tangkap modern turut memengaruhi hasil tangkapan nelayan kecil.
“Sulit bagi kami kalau hanya mencari ikan di perairan Pantai Labu. Kapal-kapal besar dari Belawan dan daerah lain dengan alat tangkap lebih canggih sudah banyak mengambil ikan di pesisir. Kami hanya mengandalkan keberuntungan,” katanya.
Dibaca Juga : Dua Pelaku Curanmor di Langkat Ditangkap, Modus Pura-Pura Berburu untuk Tipu Warga
TNI AL mengimbau seluruh nelayan untuk mematuhi batas wilayah perairan, mengutamakan keselamatan saat melaut, serta menghindari aktivitas penangkapan ikan yang melanggar ketentuan hukum internasional.






