Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Di Balik Perayaan HUT ke-155, Ahli Waris Raja Sampaikan Pesan Penting untuk Masa Depan Pematangsiantar

Di Balik Perayaan HUT ke-155, Ahli Waris Raja Sampaikan Pesan Penting untuk Masa Depan Pematangsiantar

Di tengah rangkaian seremoni peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-155 Kota Pematangsiantar, ada satu momen yang berbeda. Bukan dari gemerlapnya perayaan, melainkan adanya pesan yang miliki makna mendalam bagi Perkembangan Kota Pematangsiantar.

Dibaca Juga : Tragis! Pria Asal Binjai Barat Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Bingai

Ziarah ke makam Raja Siantar Sang Naualuh Damanik pada Jumat (24/4/2026), dan perayaan lainnya juga telah terlaksana. Rangkaian kegiatan yang telah dilakukan tidak hanya menjadi ritual atau hiburan tahunan. Lebih dari itu, menjelma ke ruang refleksi tentang arah masa depan kota yang kental nilai sejarahnya.

Pesan strategis itu datang dari ahli waris Raja Siantar XIV, Sang Naualuh Damanik. Namanya adalah Tuan Difi Sang Nuan Damanik. Dalam perayaan hari jadi Kota Pematangsiantar. Ia menegaskan Pematangsiantar memiliki fondasi historis dan kultural yang kuat untuk berkembang sebagai kota berdaya saing di Sumatera Utara. Namun, menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola dengan pendekatan yang lebih terarah.

“Kota ini bukan sekadar kota transit. Kota Pematangsiantar punya kekayaan nilai sejarah, budaya, dan keberagaman yang bisa menjadi kekuatan utama pembangunan,” ujar Tuan Difi Sang Nuan Damanik, tentang arah pembangunan Kota Siantar.

Ia menyoroti pentingnya penguatan identitas kota sebagai pijakan utama. Tanpa identitas yang jelas, pembangunan dinilai berisiko kehilangan arah. Karena itu, nilai-nilai warisan Raja Sang Naualuh Damanik perlu dihidupkan kembali dalam kebijakan dan praktik pembangunan daerah.

Selain itu, Tuan Difi mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar untuk lebih serius mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan UMKM. Menurutnya, sektor ini bukan hanya menopang ekonomi masyarakat, tetapi menjadi promosi budaya lokal yang autentik.

Di sisi lain, ia juga menekankan perlunya pembenahan konektivitas dan infrastruktur kota. Akses yang baik, kata dia, akan membuka peluang investasi serta perkuat posisi Pematangsiantar sebagai kota strategis di kawasan Sumatera Utara.

Salah satu gagasan yang cukup menonjol adalah dorongan jadikan Pematangsiantar sebagai destinasi wisata religi. Tuan Difi melihat keberagaman rumah ibadah dan institusi keagamaan di kota ini juga miliki potensi besar yang belum tergarap maksimal.

“Kota Pematangsiantar berpotensi menjadi wisata religi. Di sini ada Vihara, ada Sekolah Tinggi Teologi, dan Masjid Raya,” tutur Tuan Difi prihal lokasi wisata religi tebutnya.

Gagasan tersebut dinilai selaras dengan karakter Pematangsiantar yang selama ini dikenal sebagai kota toleran dan inklusif. Dengan pengelolaan yang tepat, wisata religi tidak hanya memperkuat citra kota, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Dibaca Juga : Lawan Petugas, Pelaku Curanmor di Medan Dilumpuhkan Unit Resmob

Masukan dari ahli waris Raja Siantar ini menjadi catatan penting di usia 155 tahun Pematangsiantar. Di tengah berbagai capaian yang diraih, kota ini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga jati diri sekaligus beradaptasi dengan dinamika pembangunan modern.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan