BBM di Siantar Dijamin Aman hingga Akhir 2026, Pemko Perketat Pengawasan Distribusi
Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Pematangsiantar dipastikan dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Bagian Ekonomi Setdako.
Dibaca Juga : UU PPRT Disahkan: Majikan Tak Lagi Bebas, Hak ART Kini Dilindungi Negara
Di tengah perhatian masyarakat terhadap lonjakan harga BBM non-subsidi, Kabag Ekonomi Setdako Pematangsiantar, Sari Damanik, menegaskan kuota penyaluran BBM di Pematasiantar masih sesuai dengan alokasi tahunan dan berjalan lancar.
“Kuota penyaluran kita tetap stabil. Untuk Jenis BBM Tertentu (Solar) mencapai 29.423 kilo liter, sementara Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) seperti Pertalite sebesar 55.523 kilo liter,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Meski ketersediaan dipastikan aman, Pemko tidak tinggal diam. Pengawasan di lapangan terus diperketat, terutama setelah adanya penyesuaian harga BBM non-subsidi yang cukup signifikan.
Harga Pertamax Turbo kini melonjak diangka Rp19.850 dari Rp13.350. Sementara Dexlite naik menjadi Rp24.150 dan Pertamina Dex menyentuh Rp24.450 per liter.
Lonjakan harga ini dinilai berpotensi memicu dinamika di tengah masyarakat, sehingga Pemko aktif memantau distribusi dan kondisi pasar guna mencegah potensi gangguan pasokan dan praktik curang.
Tak hanya BBM, perhatian juga diarahkan pada distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG), baik subsidi maupun non-subsidi. Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, ketersediaan LPG di Kota Siantar masih dalam kondisi aman.
Dibaca Juga : Harga LPG Non Subsidi Naik di Sumut, Pedagang Cemas Konsumen Pindah ke Gas Melon
Dengan kondisi ini, Pemko Pematangsiantar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah juga buka ruang pengaduan bagi warga yang menemukan indikasi kelangkaan atau distribusi yang tidak wajar.






