BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sumut Sepekan ke Depan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) masih berpotensi mengalami hujan disertai angin kencang dan petir dalam sepekan ke depan, terhitung mulai 13 hingga 20 April 2026.
Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Meteorologi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, mengungkapkan kondisi cuaca tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer, baik skala regional maupun lokal.
“Untuk sepekan ke depan, kondisi cuaca di Sumut masih dipengaruhi dinamika atmosfer regional dan lokal. Pada skala regional, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi memasuki sebagian wilayah Sumatera,” katanya dalam siaran pers, Selasa (14/4/2026).
Selain itu, lanjutnya, terdapat daerah konvergensi dan belokan angin yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumut.
Baca juga : BMKG Rekayasa Cuaca di Danau Toba, Upaya Serius Lawan Kekeringan
“Pada skala lokal, labilitas atmosfer terpantau cukup kuat di Sumut sehingga mendukung proses konvektif (pembentukan awan hujan). Cuaca selama sepekan ke depan umumnya didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat,” ujarnya.
Martha menyebutkan, hujan ringan hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Toba, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Asahan, Batu Bara, dan Humbang Hasundutan.
Selain itu, potensi serupa juga terjadi di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, serta Kota Gunungsitoli, Medan, Binjai, Pematangsiantar, Tebing Tinggi, Sibolga, dan Padangsidimpuan.
Martha mengingatkan masyarakat di wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Baca juga : BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia
“Tercatat curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di sejumlah wilayah Sumut, antara lain pada 7 April di Bahorok (Langkat) sebesar 103,2 mm, 8 April di Lubuk Barumun (Padang Lawas) 74,4 mm, serta di Kuala Selatan (Labuhanbatu Utara) 130 mm,” tuturnya.
Selain itu, pada 9 April tercatat curah hujan 91,9 mm di Medan dan 57,6 mm di Sunggal, serta 88 mm di Jawa Maraja Bah Jambi (Simalungun). Sementara pada 10 April, curah hujan 61,6 mm tercatat di Merek (Karo).
Ia menjelaskan, tingginya curah hujan tersebut dipicu oleh posisi MJO pada fase 3 (Samudera Hindia), serta adanya belokan angin dan pertemuan massa udara yang memicu pertumbuhan awan cumulonimbus.
“Selain itu, pemanasan pada siang hari yang cukup intens turut memperkuat pembentukan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan lebat,” ujarnya.






