Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Ekonomi Pematangsiantar Tumbuh 4,09 Persen, Konsumsi dan Digitalisasi Jadi Motor Utama

Ekonomi Pematangsiantar Tumbuh 4,09 Persen, Konsumsi dan Digitalisasi Jadi Motor Utama

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, mengatakan secara umum ekonomi Kota Pematangsiantar pada 2025 tetap menunjukkan performa tangguh dengan pertumbuhan sebesar 4,09 persen (year on year/yoy).

Dibaca Juga : Bupati Simalungun Turun Langsung Tinjau Pos Lebaran, Pastikan Pemudik Aman dan Nyaman

Meski sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya, geliat ekonomi tetap terjaga berkat kuatnya konsumsi rumah tangga dan dominasi sektor tersier.

Hal tersebut disampaikannya dalam agenda temu media yang digelar Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar di Next Percent Cafe, Jalan Voli, Kota Pematangsiantar, Selasa (17/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, BI memaparkan potret optimistis sekaligus tantangan ekonomi di wilayah Siantar-Simalungun, Toba, Samosir, dan sekitarnya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi kebijakan guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Ahmadi menjelaskan, berdasarkan analisis strategis SLQ dan DLQ, sektor perdagangan serta akomodasi, makan, dan minum (akmamin) masih menjadi penopang utama ekonomi dengan kontribusi produk domestik regional bruto (PDRB) gabungan lebih dari 34 persen. Selain itu, sektor konstruksi mulai menunjukkan peran signifikan dengan laju pertumbuhan yang melampaui rata-rata.

Di sisi lain, BI mencatat sektor industri pengolahan masih menghadapi tantangan dan memerlukan dorongan agar dapat keluar dari fase stagnasi.

“Di tengah dinamika harga pangan, BI bersama TPID terus memperkuat strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif (4K). Per Februari 2026, inflasi bulanan Pematangsiantar tercatat 0,57 persen (month to month/mtm),” ujarnya.

Kondisi ekonomi tersebut turut didukung oleh sistem keuangan yang sehat. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp41,1 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 4,9 persen (yoy) menjadi Rp36,7 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga di level 2,3 persen.

Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran juga menunjukkan perkembangan pesat. Hingga awal 2026, transaksi QRIS di wilayah kerja BI Pematangsiantar meningkat 252,7 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp465,8 miliar. Lebih dari 304 ribu merchant telah mengadopsi sistem pembayaran digital tersebut.

Untuk mendorong perluasan ekosistem digital, BI menggelar kompetisi bagi perbankan di delapan kabupaten/kota pada 6 Maret hingga 10 Agustus 2026, dengan total hadiah jutaan rupiah. Program ini ditujukan untuk meningkatkan jumlah pengguna dan merchant baru.

Di sektor riil, BI juga mencatat capaian positif dari UMKM binaan di bidang kuliner, kriya, dan fesyen yang membukukan omzet kolektif Rp2,3 miliar dengan laba bersih Rp600 juta.

Penguatan ketahanan pangan turut menjadi perhatian melalui pengembangan klaster bawang merah, cabai, dan padi, serta penerapan teknologi seperti digital farming dan modernisasi infrastruktur pengairan guna menjaga stabilitas pasokan.

Dalam menyambut Ramadan dan Idulfitri, BI melaksanakan program SERAMBI dengan realisasi penukaran uang mencapai Rp27,03 miliar untuk lebih dari 5.200 warga. Selain itu, kegiatan SERASI dan Safari Ramadan digelar sebagai sarana edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah.

Dibaca Juga : Parkir Motor Semrawut, Jalan Sutomo Macet Parah! Warga Pasar Horas Mengeluh

Ahmadi menegaskan, BI akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan insan pers dalam mengawal pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan