Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Isi Ramadan dengan Ilmu, Remaja Masjid Muallifatul Bilad Pematangsiantar Gelar Pesantren Kilat

Isi Ramadan dengan Ilmu, Remaja Masjid Muallifatul Bilad Pematangsiantar Gelar Pesantren Kilat

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak lengkap rasanya aktivitas di bulan Ramadhan jika tidak diisi dengan pesantren kilat. Istilan pesantren kilat memang muncul pada saat bulan Ramadhan. Jika sekolah pesantren beneran akan mondok selama target pembelajaran jenjang pendidikan, namun pesantren kilat hanya dilakukan beberapa hari saja.

Dibaca Juga : Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Tanjung Tiram dengan Barang Bukti 10 Gram

Tidak sedikit di sekolah-sekolah umum juga menyelenggarakan pesantren kilat pada bulan Ramadhan. Ini dilakukan untuk meningkatkan ibadah dan menjalani aktivitas seolah-olah berada dalam pesantren.

Pesantren kilat juga ada dilakukan oleh warga. Seperti yang dilakukan warga Setia Negara 1 Kota Pematangsiantar melalui Badan Kenaziran Masjid Muallifatul Bilad.

Pelaksanaan pesantren kilat di masjid ini sudah menjadi kalender tahunan setiap bulan Ramadhan. Anak-anak yang ikut pesantren kilat di sini bahkan ada yang masih duduk di kelas 1 SD.

Anak-anak mondok selama 3 hari 2 malam, hanya beralaskan tikar dan selimut di kelas-kelas madrasah yang disulap menjadi kamar penginapan. Di kamar itulah aktivitas tadarus dilakukan setiap Sholat maghrib dan Subuh.

Ketua BKM Mualifatul Bilad H. Pidin Mudiana mengatakan mereka mengerahkan remaja masjid sebagai pelaksana kegiatan pesantren kilat.

“Ini pembelajaran sekaligus bagi remaja masjid bagaimana mereka bisa menjadi pemimpin dan penggerak bagi adik-adik mereka di kampung ini. Mengajak anak-anak untuk sholat wajib dan sholat sunnah, membangunkan sahur,” katanya.

Haji Pidin juga menambahkan, kegiatan ini juga diisi dengan pembelajaran ilmu agama, mencintai Al Quran, mencintai Rasulullah dan mencintai ayah bunda dan sesame.

Pesantren kilat yang baru saja selesai dilaksanakan pada tanggal 6,7 dan 8 Maret ini diikuti oleh 30 anak-anak. Warga sendiri cukup antusias memberikan sumbangan sehingga semua penyelenggaraan kegiatan mulai dari sahur, berbuka dan makan malam dibiayai oleh warga yang memberikan sumbangan sukarela.

“Alhamdulillah, bahkan tahun ini ada sponsor yang ikut memeriahkan kegiatan, sehingga kita juga menyelenggarakan lomba tahfidz dan adzan,” ujar Fiko, ketua Remaja Masjid Mualifatul Bilad.

Menurut Fiko, ada yang paling menarik yang memberikan daya pikat mengapa setiap tahunnya pesantren kilat diminati anak-anak di sekitar kampung ini. Para remaja ini menyelenggarakan kegiatan bermain ketangkasan untuk menjalin kekompakan dalam kelompok.

Mulai dari mencari jejak, olah pikir, konsentrasi, mengisi paralon bocor dan over air. Terlihat anak-anak bermain dengan serunya di akhir sesi acara pesantren kilat.

Dibaca Juga : IRT di Sergai Ditemukan Tak Bernyawa di Tumpukan Sampah, Motif Pembunuhan?

Kevin, ketua panitia penyelenggara pesantren kilat menambahkan, mereka sebagai penyelenggara berusaha menghidupkan kegiatan Ramadhan dengan nilai-nilai keagamaan dipadu dengan keceriaan anak-anak di usianya, sehingga mereka bisa lupa dengan handphone mereka.”Kesan ini harapannya bisa membuat mereka rindu menjadi santri,” ucap Kevin.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan