Kasus Pencabulan di Asahan, Jumlah Korban Kini 12 Orang
Korban kejahatan seksual yang dilakukan oleh SS, 53 tahun, pria asal Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, bertambah delapan orang. Sebelumnya ada empat korban yang membuat laporan, sehingga total 12 anak menjadi korban atas tindakan asusila yang dilakukan pelaku.
“Kemarin dalam membuat LP kedua sudah dibawa korban lainnya sehingga total sudah 12 orang,” kata Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Immanuel P. Simamora, dikonfirmasi wartawan, Kamis (26/2/2026).
Ia mengatakan saat ini pelaku masih ditahan dan polisi masih mendalami keterangan para korban. “Tersangka sudah ditahan dan selanjutnya akan kirim berkas ke JPU,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Asahan, Fadly Harun Manurung, mengatakan tindakan kejahatan predator anak ini harus menjadi perhatian serius semua elemen. Sebab, dalam kasus ini pelaku cukup dikenal sebagai tokoh masyarakat, pengurus kegiatan ibadah agama, dan karyawan perusahaan.
Baca juga : Jumlah Pelapor Bertambah, 8 Anak Laporkan Dugaan Pencabulan di Asahan
“Pelaku merayu anak-anak. Dimasukkan ke dalam kedai milik pelaku, diberi jajan, dan di situ dia melakukan perbuatannya. Harapan kami dari LPA, kasus ini harus mendapat perhatian serius, tidak hanya bagi pelaku namun juga pendampingan untuk korban,” ujarnya.
Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, memberikan perhatian khusus terhadap kasus predator anak yang belakangan memakan korban hingga belasan orang di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Politisi senior Partai Golkar ini menekankan fenomena predator anak bukanlah hal baru di tengah masyarakat dan harus dihentikan agar tidak ada lagi yang menjadi korban. Hal itu ia sampaikan saat berdialog langsung dengan orang tua korban di Kisaran, Senin (16/2/2026).
“Saya sudah datangi Kantor Perlindungan Anak Indonesia di Jakarta, dan mereka berjanji akan menanganinya secara khusus dan serius karena fenomena ini bukan baru. Kekerasan seksual terhadap anak ini sangat serius. Anak-anak adalah masa depan bangsa kita, jadi jika mereka terganggu, masa depan bangsa juga terancam,” ujarnya.






