SRMP 2 Medan Ambil Langkah Tegas Usai Siswa Kabur
Setelah salah satu siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan dilaporkan kabur sebanyak dua kali, pihak sekolah kini mengambil langkah serius untuk meningkatkan sistem pengawasan dan kualitas pengelolaan pendidikan berasrama.
Kepala SRMP 2 Medan, Maragoti, menyampaikan bahwa langkah utama yang diambil adalah menyelenggarakan pelatihan khusus bagi guru, wali asuh, dan wali asrama agar lebih memahami karakteristik serta manajemen pendidikan berasrama.
“Pelatihan ini penting karena beberapa guru kami merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang masih minim pengalaman, sementara wali asuh merupakan pendamping dari Program Keluarga Harapan (PKH),” ujar Maragoti, Rabu (13/8/2025).
Ia juga menambahkan bahwa hanya satu guru di sekolah tersebut yang memiliki pengalaman mengajar di sekolah berasrama.
“Pelatihan di bidang asrama memang unik. Kita bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga mendampingi keseharian siswa,” katanya menambahkan.
Selain pelatihan, sekolah juga tengah menunggu kelengkapan fasilitas penunjang seperti buku bacaan dan laptop, sebelum melaksanakan proses pembelajaran formal secara penuh.
“Mudah-mudahan kalau semua sudah lengkap, dan semua pihak sudah mendapatkan pelatihan, kita akan lebih siap mendampingi anak-anak secara optimal,” ujar Maragoti.
Baca juga : Kepsek SMAK 2 Kisaran Akui Siswanya Terlibat Tawuran Bawa Senjata
Pihaknya juga sedang menyusun program kegiatan luar sekolah, guna memberikan ruang relaksasi bagi para siswa yang sebelumnya terbiasa hidup bebas, namun kini menjalani kehidupan di lingkungan asrama.
“Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan kegiatan pesiar agar anak-anak bisa menyegarkan pikiran dan melihat dunia luar,” katanya.
Saat ini, SRMP 2 Medan masih dalam tahap Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan kegiatan pembiasaan. Proses pembelajaran formal belum dimulai sepenuhnya, menunggu kesiapan sarana penunjang.
“Sudah ada kegiatan yang mengarah ke pembelajaran formal, tapi belum sepenuhnya karena keterbatasan fasilitas. Kalau dipaksakan sekarang, bisa kurang menarik bagi siswa,” katanya.
Maragoti pun berharap masyarakat turut mendukung perkembangan sekolah ini:
“Mohon doa dan dukungannya, semoga sekolah rakyat ini semakin sukses dan bermanfaat di masa mendatang,” tuturnya mengakhiri.






