Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Proyek DAK Puskesmas Pegagan Julu II Rp2,1 Miliar Tak Rampung, Pemkab Dairi Buka Suara

Proyek DAK Puskesmas Pegagan Julu II Rp2,1 Miliar Tak Rampung, Pemkab Dairi Buka Suara

Pekerjaan pengembangan Puskesmas Pegagan Julu II, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, dengan nilai kontrak Rp2.164.990.534 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025, belum selesai hingga batas waktu kontrak berakhir.

Dibaca Juga : Empat Truk Tabrakan Beruntun di Jalinsum Lubuk Pakam, Lalu Lintas Sempat Lumpuh

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, dr Henri Manik, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan sekaligus PPTK, Lamria Sitorus, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (14/1/2026).

Lamria menjelaskan, proyek tersebut berada di bawah pengawasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Provet B Sitanggang. Berdasarkan laporan PPK dan berita acara, proyek kini berstatus Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) dengan sisa volume pekerjaan sekitar lima persen.

“Sebanyak 95 persen dari nilai kontrak sudah dibayarkan. Penyedia jasa diberi kesempatan menyelesaikan sisa pekerjaan hingga 30 Januari 2026 melalui adendum kontrak dan dikenakan denda,” ujar Lamria.

Saat ditanya item pekerjaan yang masih tersisa, Lamria menyebut seluruhnya telah tercantum dalam berita acara, termasuk retensi pembayaran sebesar lima persen di luar jaminan pemeliharaan.

Terkait penyebab keterlambatan, Lamria sempat menghubungi PPK melalui sambungan telepon. Namun, PPK justru memberikan respons bernada emosional dan enggan menjelaskan. Ketika awak media meminta konfirmasi langsung, sambungan telepon tersebut terputus.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pekerjaan belum rampung, seperti pemasangan kusen dan pintu UPVC, pengecatan dinding, instalasi air, serta beberapa bagian konstruksi lainnya.

Tiga pekerja yang ditemui di lokasi mengaku baru mulai bekerja sejak 13 Januari 2026. Salah satu di antaranya, Tobing, mengatakan mereka ditugaskan oleh seseorang bermarga Sitanggang untuk menyelesaikan sisa pekerjaan.

“Kami hanya bertiga. Pekerjaan seperti engsel dorma, pintu dan handle UPVC jumlahnya puluhan. Kalau cuma kami bertiga, dua bulan pun belum tentu selesai,” ujar Tobing.

Sementara itu, Bupati Dairi Vickner Sinaga saat dimintai tanggapan terkait banyaknya proyek Pemkab Dairi Tahun Anggaran 2025 yang berstatus KDP, termasuk pembangunan puskesmas tersebut, memilih tidak memberikan penjelasan langsung.

Dibaca Juga : Kriminalitas dan Kasus Narkoba di Binjai Menurun, Kapolres Tegaskan Penegakan Hukum Tetap Prioritas

Melalui pesan WhatsApp, Vickner menyarankan agar awak media menghubungi dinas terkait atau PPK. “Kami sedang dalam perjalanan ke Kualanamu. Besok pukul 08.00 WIB ada rapat di Kemendagri Jakarta. Silakan hubungi kepala dinas atau PPK-nya,” tulis Vickner.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan