Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi Hadirkan Biduan, MUI Tegas: Tidak Pantas!

Peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi Hadirkan Biduan, MUI Tegas: Tidak Pantas!

Aksi hiburan yang menampilkan biduan usai peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur, menuai kritik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Meski panitia menyebut kegiatan tersebut digelar setelah acara inti berakhir, MUI menilai penggunaan ruang dan simbol keagamaan tetap harus dijaga dengan penuh etika.

Dibaca Juga : DPRD Sumut Desak Pengembalian TKD Rp1 Triliun untuk Cegah Pergeseran Anggaran

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, menyampaikan kekecewaannya terhadap kejadian tersebut. Ia menilai kegiatan bernyanyi dan berjoget yang dilakukan di lokasi peringatan keagamaan berpotensi melukai perasaan umat Islam.

“Kami sangat menyayangkan adanya hiburan yang mempertontonkan joget dan nyanyian di tempat yang sebelumnya digunakan untuk peringatan Isra Mikraj. Apalagi interaksi antara laki-laki dan perempuan dalam acara tersebut dinilai tidak pantas,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Menurut Anwar, persoalan utama bukan hanya waktu pelaksanaan hiburan, melainkan keberadaan simbol-simbol keagamaan yang masih terpasang di lokasi acara. Hal itu menimbulkan kesan seolah-olah kegiatan hiburan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan keagamaan.

“Jika seluruh atribut peringatan sudah dilepas, mungkin reaksi publik tidak akan sebesar ini. Namun ketika simbol-simbol keagamaan masih ada, hal itu bisa dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap nilai-nilai Islam,” katanya.

Ia menegaskan, peringatan hari besar Islam seharusnya menjadi momentum untuk meneladani ajaran dan akhlak Nabi Muhammad SAW. Karena itu, segala bentuk aktivitas yang dilakukan setelahnya tetap perlu memperhatikan norma dan kepatutan.

Anwar juga mengimbau agar panitia kegiatan keagamaan lebih berhati-hati dalam merancang acara, serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif dan saling menghormati.

Ketua Panitia Isra Mikraj Desa Parangharjo, Hadiyanto, membenarkan adanya hiburan tersebut. Namun, ia menegaskan acara hiburan digelar setelah kegiatan inti selesai dan para undangan, termasuk tokoh agama, telah meninggalkan lokasi.

“Hiburan itu memang ada, tetapi dilaksanakan setelah acara Isra Mikraj berakhir. Saat itu para kiai dan tamu undangan sudah tidak berada di tempat,” ucap Hadiyanto.

Dibaca Juga : Pencurian Besi Fasilitas Umum Resahkan Warga Parapat, Pelaku Tertangkap Saat Gasak Pagar Sanggar Seni

Menurutnya hiburan tersebut merupakan inisiatif spontan yang ditujukan untuk internal panitia. Menyusul polemik yang muncul, pihak panitia telah menyampaikan permohonan maaf melalui video klarifikasi di Polsek Songgon, Jumat (16/1/2026) malam.

Komentar
Bagikan:

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan