Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Penertiban Jalur Satu Arah di Jalan Hasanuddin Lubuk Pakam Berujung Ricuh, Pedagang dan Petugas Adu Mulut

Penertiban Jalur Satu Arah di Jalan Hasanuddin Lubuk Pakam Berujung Ricuh, Pedagang dan Petugas Adu Mulut

Keributan antara sejumlah pedagang di Jalan Hasanuddin (Pasar III) Lubuk Pakam, dengan petugas ketentraman dan ketertiban (Trantib) serta Dinas Perhubungan Kabupaten Deli Serdang kembali terjadi, Jumat (27/2/2026).

Dibaca Juga : Dugaan Korupsi Dana BOS Mengemuka, APH Diminta Periksa Kepala SMP Negeri 1 Sidikalang

Keributan dipicu penerapan sistem satu arah di ruas jalan tersebut. Kebijakan itu membuat arus kendaraan hanya diperbolehkan melintas dari satu jalur, sehingga memicu protes para pedagang yang merasa terdampak.

Pantauan di lokasi, adu mulut sempat terjadi antara pedagang dan petugas saat dilakukan pemasangan spanduk pemberitahuan terkait rekayasa lalu lintas tersebut.

Salah seorang petugas di lokasi menjelaskan, penerapan satu arah dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Pasar Tiga yang selama ini kerap macet.

“Pemasangan spanduk sebagai imbauan bahwa Jalan Pasar Tiga diberlakukan satu arah agar lalu lintas menjadi lebih lancar,” ujar petugas itu.

Namun, sejumlah pedagang menilai kebijakan tersebut justru merugikan usaha mereka. Evi, seorang pedagang setempat, mengaku heran dengan kebijakan yang dinilainya tidak berpihak kepada pedagang kecil.

“Kami heran dan tak habis pikir. Sekarang dibuat satu arah, sebelumnya parit yang masih bagus dihancurkan dan ditinggalkan lumpurnya. Kami merasa seperti diteror supaya tidak bisa jualan, padahal kami berjualan di depan rumah sendiri, bukan di badan jalan,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Rosmaida, pedagang sayuran yang sebelumnya sempat direlokasi ke Pasar Bakaran Batu. Ia mengaku lokasi tersebut sepi pembeli dan fasilitasnya kurang memadai.

“Jualan di Pajak Bakaran Batu malah rugi. Sepi pembeli, tempatnya sempit dan kalau hujan banjir. Karena itu kami kembali jualan di Pasar Tiga, tempat lama yang menurut kami lebih layak untuk mencari nafkah,” ucapnya.

Dibaca Juga : Diwarnai Isu Setor Uang, Bupati Vickner Sinaga Lantik 78 Pejabat di Dairi

Sejumlah pedagang menyatakan menolak relokasi dan bersepakat untuk menyuarakan keberatan terhadap kebijakan yang dinilai mengganggu aktivitas perdagangan yang telah berlangsung selama puluhan tahun di kawasan tersebut.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan