Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Libur Sekolah, DPRD Sumut Tekankan Penyaluran MBG Harus Tepat Sasaran

Libur Sekolah, DPRD Sumut Tekankan Penyaluran MBG Harus Tepat Sasaran

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga, mendorong pemerintah agar melakukan distribusi makanan bergizi gratis (MBG) secara tepat sasaran, khususnya pada saat libur sekolah.

Hal itu disampaikan Zeira menanggapi pertanyaan wartawan terkait distribusi MBG pada kondisi libur sekolah akhir tahun, yakni perayaan natal dan Tahun Baru 2026.

“Kalau libur sekolah seperti ini, secara logika anak-anak pasti makan di rumah bersama keluarganya. Maka saya rasa bantuan makanan sebaiknya difokuskan saat anak sekolah melakukan aktivitas belajar di sekolah, agar manfaatnya lebih maksimal,” ujarnya, Rabu (24/12/2025).

Ketua Fraksi PKB DPRD Sumut itu mengusulkan sudah seharusnya anggaran MBG dapat dialokasikan selama masa libur sekolah ataupun dapat disimpan sementara, hingga kemudian ketika kegiatan belajar kembali berjalan, dapat didistribusikan secara normal.

“Jika itu dapat dilakukan, anggaran tidak terbuang sia-sia dan tetap memberi dampak besar saat dibutuhkan. Distribusinya juga lebih tepat sasaran,” katanya.

Baca juga : Program MBG di Medan Berjalan Saat Libur Panjang, Penerima Dapat Menu Kering

Menurutnya, kebijakan yang baik adalah kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pasalnya, kebijakan baik tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, agar lebih tepat sasaran.

“Jangan karena target, jadi memaksakan program itu berjalan. Yang paling penting adalah manfaatnya. Kalau manfaatnya besar dan tepat waktu, maka kebijakan itu layak dijalankan,” ucapnya.

Ia turut menyarankan kepada pemerintah untuk dapat memperhitungkan keberlangsungan pelaku udaga lokal, seperti dapur penyedia makanan, dengan perencanaan yang matang dan estimasi yang jelas.

“Sehingga semua pihak dapat terlindungi. Segala program yang disusun dan disiapkan, juga dapat disalurkan dengan tepat sasaran dan berjalan secara optimal,” tuturnya.

Lebih jauh ia berharap pemerintah dapat menyusun kebijakan sosial yang lebih inovasi, adaptif, dan hemat anggaran. Selain itu, ia menyarankan oemerintah dapat melakukan penghematan anggaran dan berorientasi pada kesejahteraan jangka paniang pada masyarakat.

“Pendekatan ini dapat dinilai mampu menciptakan program yang tidak hanya adil, tetapi juga cerdas dan berkelanjutan,” katanya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan