Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS BNNK Asahan Catat Ratusan Pengguna Narkoba Direhabilitasi Selama 2025

BNNK Asahan Catat Ratusan Pengguna Narkoba Direhabilitasi Selama 2025

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Asahan terus memperkuat upaya pencegahan dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika melalui Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Sepanjang tahun 2025, ratusan warga Asahan tercatat telah menerima layanan rehabilitasi serta mengikuti program pencegahan berbasis masyarakat.

Kepala BNNK Asahan, Adrea Retha Zulhelfi, dalam konferensi pers di hadapan sejumlah wartawan, Selasa (23/12/2025), mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil asesmen medis, sebanyak 10 penyalahguna narkotika dengan tingkat ketergantungan tinggi direkomendasikan menjalani rehabilitasi rawat inap di sejumlah fasilitas milik BNN Republik Indonesia.

“Rekomendasi rawat inap diberikan sesuai hasil asesmen dan standar rehabilitasi nasional. Ini bagian dari komitmen kami untuk memulihkan, bukan sekadar menghukum,” ujar Adrea.

Ia merinci, dari 10 klien tersebut, dua orang dirujuk ke Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido Bogor, satu orang ke Loka Rehabilitasi BNN Batam, dan tujuh orang ke Loka Rehabilitasi BNN Deli Serdang di Lubuk Pakam. Sementara untuk layanan rawat jalan, BNNK Asahan telah menangani 140 klien dari kelompok usia produktif 15 hingga 64 tahun.

Selain fasilitas milik negara, BNNK Asahan juga bekerja sama dengan sejumlah lembaga rehabilitasi swasta yang telah tervalidasi dan berada di bawah pembinaan BNN sebagai solusi atas keterbatasan kuota layanan rehabilitasi pemerintah.

Baca juga : Jelang Pergantian Tahun, Polres Asahan Ringkus Jaringan Narkoba dan Musnahkan 9 Kg Sabu

Di bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M), capaian BNNK Asahan juga terbilang signifikan. Sepanjang 2025, program edukasi dan diseminasi bahaya narkoba menjangkau sedikitnya 3.250 orang dari kalangan pelajar, masyarakat umum, hingga dunia usaha.

BNNK Asahan turut melaksanakan deteksi dini penyalahgunaan narkoba terhadap 510 orang yang melibatkan unsur pendidikan, instansi pemerintah, dan masyarakat. Di tingkat desa, penguatan P4GN dilakukan melalui pembentukan 50 penggiat anti narkoba, 50 relawan desa, serta pemberdayaan alternatif berbasis keterampilan hidup bagi 20 warga Desa Rahuning.

Dalam upaya membangun ketahanan keluarga dan remaja, BNNK Asahan menjalankan Program Ketahanan Diri Remaja dengan melibatkan pelajar SMP di Desa Bagan Asahan, serta Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba bagi puluhan warga setempat.

Di bidang pelayanan administrasi, BNNK Asahan mencatat penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) terhadap 719 orang sepanjang 2025, sekaligus memenuhi target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami menyadari perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi semua pihak agar generasi Asahan terselamatkan dari ancaman narkotika,” tegas Adrea.

Dengan capaian tersebut, BNNK Asahan menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan humanis, preventif, dan rehabilitatif demi mewujudkan Asahan yang bersih dan tangguh dari penyalahgunaan narkotika.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan