China Tekan Iran Buka Selat Hormuz, Dunia Terancam Krisis Minyak Besar
China mendorong Iran untuk kembali membuka dan memastikan kelancaran lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz di tengah penurunan pasokan minyak mentah global yang mulai berdampak pada kebutuhan energi Beijing.
Dibaca Juga : Persiapan Matang! Kahiyang Ayu Tinjau Singkat Pemeriksaan Kesehatan di Labura
Permintaan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Rabu (15/4). Dalam pembicaraan itu, Beijing menekankan pentingnya menjaga stabilitas perdagangan energi internasional, khususnya di salah satu jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia.
China Tekankan Dua Kepentingan SekaligusDalam komunikasinya, Wang Yi menegaskan bahwa kedaulatan dan kepentingan sah Iran sebagai negara pesisir harus dihormati. Namun di saat yang sama, ia juga menekankan bahwa kebebasan navigasi di Selat Hormuz harus tetap terjamin demi kepentingan global.
Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China, Wang menyebut bahwa pemulihan arus perdagangan normal di kawasan tersebut merupakan harapan bersama komunitas internasional.
Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Energi DuniaSelat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada pasar energi global, termasuk China yang merupakan salah satu importir minyak terbesar dunia.
Dalam beberapa waktu terakhir, ketegangan geopolitik di Timur Tengah disebut telah mengganggu rantai pasok minyak mentah, sehingga memicu penurunan volume impor di sejumlah negara, termasuk China.
Dampak ke Pasar Energi ChinaData bea cukai menunjukkan adanya penurunan impor energi China dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun Beijing telah mencoba menutupi kekurangan pasokan dengan diversifikasi sumber dari Afrika dan Amerika Selatan, gangguan logistik akibat konflik di Timur Tengah tetap memberi tekanan pada stabilitas pasokan.
Analis energi menilai kondisi ini berpotensi memperketat pasokan minyak mentah China jika ketegangan di kawasan terus berlanjut, meski dampaknya masih bisa diredam oleh strategi diversifikasi impor.
Seruan China untuk Perdamaian Dalam percakapan tersebut, Wang Yi juga menyampaikan dukungan China terhadap upaya gencatan senjata dan perundingan damai di kawasan. Beijing menegaskan bahwa stabilitas Timur Tengah sejalan dengan kepentingan seluruh pihak, termasuk Iran dan negara-negara global lainnya.
Dibaca Juga : Zero Growth ASN 2026 Resmi Berlaku, Rekrutmen Pegawai Kini Super Ketat
Wang Yi menegaskan bahwa China siap terus berperan dalam mendorong dialog dan menjaga stabilitas kawasan demi kelancaran perdagangan internasional.







Email: [email protected]