Analisasumut.com
Beranda AKTUAL Industri Reksa Dana Nasional Tumbuh Signifikan, Medan Dipilih untuk Edukasi APRDI 2026

Industri Reksa Dana Nasional Tumbuh Signifikan, Medan Dipilih untuk Edukasi APRDI 2026

Industri reksa dana di Indonesia mencatat pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir pada penutupan 2025. Dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) industri ini melonjak sebesar 35,06 persen menjadi Rp679,24 triliun, meningkat signifikan dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp502,92 triliun.

Untuk menjaga momentum positif tersebut, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) menggelar program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026). Kota Medan menjadi salah satu lokasi roadshow yang berlangsung pada 14–15 April 2026.

Berdasarkan data hingga akhir 2025, total dana kelolaan investasi secara keseluruhan telah melampaui angka Rp1.000 triliun, tepatnya mencapai Rp1.007,65 triliun. Menariknya, pertumbuhan jumlah investor kini didominasi oleh generasi muda.

Jumlah investor tercatat mencapai 19,2 juta single investor identification (SID), tumbuh 3,23 persen secara tahunan. Sebanyak 54,24 persen investor berusia di bawah 30 tahun. Profil risiko investor Indonesia cenderung konservatif hingga moderat, dengan reksa dana pendapatan tetap menjadi jenis yang paling diminati.

Baca juga : Gunakan Aturan 50/30/20 untuk Kelola Keuangan : 50% kebutuhan, 30% keinginan, 20% tabungan/investasi

Meski demikian, dari sisi kinerja, reksa dana saham mencatat imbal hasil tertinggi sebesar 17,23 persen sepanjang 2025, sejalan dengan pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 22,13 persen.

Dalam rangkaian kegiatan di Medan yang berpusat di Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara, Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Sumut, Yusri, memperkenalkan program PINTAR Reksa Dana (Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana).

“Program ini merupakan inisiatif strategis untuk membangun kebiasaan investasi yang sehat dan berkelanjutan bagi mahasiswa, pekerja, hingga ibu rumah tangga. Kami ingin masyarakat memulai investasi secara bijak dan terukur,” kata Yusri, Selasa (14/4/2026).

Yusri juga mengingatkan masyarakat Sumatera Utara agar waspada terhadap maraknya investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta praktik judi online yang dapat merusak stabilitas keuangan keluarga.

Ketua Presidium Dewan APRDI, Lolita Liliana, menjelaskan SOSEDU 2026 di Medan menyasar jurnalis dan mahasiswa melalui pendekatan kreatif.

Baca juga : IHSG Anjlok 3,05 Persen ke Level 7.137, Harga Minyak Dunia dan Risiko Fiskal Tekan Pasar

Edukasi diberikan kepada mahasiswa di lima perguruan tinggi, yakni Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Satya Terra Bhinneka, Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Negeri Medan (Unimed), dan STIE Bina Karya Tebing Tinggi.

“Kami mendorong partisipasi aktif melalui kompetisi kreatif dengan total hadiah Rp55 juta. Ada lomba penulisan artikel bagi jurnalis dan kompetisi Instagram Reels untuk mahasiswa,” ujar Lolita.

Seluruh karya kompetisi wajib dipublikasikan pada periode Pekan Reksa Dana 2026, yaitu 25 April hingga 1 Mei 2026. Pemenang akan diumumkan pada 17 Juni 2026 melalui akun @ReksaDanaAja.

Puncak rangkaian kegiatan ini akan ditandai dengan peluncuran kampanye #ReksaDanaAja di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada 27 April mendatang.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan