Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Fasilitas SMA Negeri 1 Tukka Rusak Parah, Warga Soroti Penggunaan Dana BOS

Fasilitas SMA Negeri 1 Tukka Rusak Parah, Warga Soroti Penggunaan Dana BOS

Sejumlah fasilitas sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Tukka banyak yang sudah rusak. Padahal, pemerintah telah mengucurkan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).

Dibaca Juga : Musrenbang Kecamatan Sigumpar Fokuskan Anggaran 2026 untuk Penguatan Sektor Pertanian

Hasil investigasi yang bagian kaca jendela ruangan kelas ditemukan banyak yang sudah pecah dan bahkan ada yang tidak memiliki kaca jendela lagi. Sejumlah kaca juga tampak dipenuhi debu seolah tidak terawat.

Pada bagian asbes bangunan sekolah terlihat sudah banyak yang bolong dan terkelupas serta nyaris terjatuh. Kemudian, pintu ruangan kelas ada juga yang sudah rusak dan bagian bawahnya tampak sudah bolong.

Menurut informasi yang diperoleh, kamar mandi (toilet) sekolah juga diduga dibangun menggunakan bangunan lama.

“Toilet itu dibangun tahun 2025 lalu. Bekas toilet lamanya itu,” ujar sumber yang enggan namanya disebutkan, Selasa (24/2/2026).

Warga sekitar yangtanggapan soal kondisi sekolah tersebut pada Rabu (25/2/2026) menuturkan, kondisi bangunan sekolah seperti ini dikhawatirkan berdampak terhadap minat belajar mengajar menjadi menurun dan juga berpengaruh pada keselamatan siswa dan guru.

“Kita tahu adanya dana BOS, tapi kenapa kondisi bangunan sekolah seperti itu? Dana BOS-nya itu dikemanakan?” kata warga bertanya-tanya.

Merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Pengelolaan Dana BOS, disebutkan tentang komponen pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.

Dalam hal pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, kegiatan tersebut di antaranya pemeliharaan alat pembelajaran, pemeliharaan alat peraga pendidikan, serta pembiayaan lain yang relevan dalam rangka pemeliharaan sarana dan prasarana satuan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tukka, Faisal Napitupulu, via WhatsApp sejak Selasa (24/2/2026) belum memberikan keterangan. Pesan WhatsApp tampak centang satu hingga berita ini diterbitkan.

Dibaca Juga : Bank Indonesia Perpanjang Jadwal Pemesanan Penukaran Uang Rupiah, Simak Cara dan Syaratnya!

juga telah berupaya mendatangi sekolah untuk meminta konfirmasi langsung kepada kepala sekolah pada Rabu (25/2/2026), namun belum berhasil bertemu.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan